Warga Binaan Rutan Kudus Diberikan Pelatihan Otomotif Motor

0

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus diberikan pelatihan otomotif motor oleh Dinas Tenaga Kerja selama 22 hari, pada Rabu (5/10/2022).

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan pelatihan itu nantinya akan diikuti oleh 16 orang peserta sepeda motor injeksi selama 22 hari kedepan.

Dalam teknis pemberian mata pelajaran, nantinya akan diberi materi mengenai pemeliharaan roda dua. Selain itu, ada juga beragam jenis pelatihan yang diberikan ke warga binaan rutan.

Pembukaan Pelatihan Otomotif Motor di Rutan kelas IIB Kudus
Pembukaan Pelatihan Otomotif Motor di Rutan kelas IIB Kudus

“Banyak jenis pelatihan yang diberikan warga binaan rutan. Bisa juga pelatihan itu bertambah, namun hal itu menyesuaikan ke warga rutan. Pelatihan itu bersumber dari DBHCHT,” jelasnya.

Lebih lanjut, nantinya Rutan Kudus kelas IIB akan mengajukan instruktur yang akan dibutuhkan. Selain itu, Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPSK) turut bekerja sama dengan pihak Disnaker.

Setelah para warga binaan selesai menjalani pelatihan. Nantinya akan diberikan Sertifikat dari Dinas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Setelah selesai ada uji kompetensi untuk mengetahui sejauh mana menyerap pembelajaran selama menjalani pelatihan,” ungkapnya.

Kepala Rutan kelas IIB Kudus, Suprihadi mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Disnaker terkait 32 warga binaan yang mengikuti pelatihan otomotif motor.

“Persyaratan yang ingin mengikuti pelatihan untuk kriterianya acak. Agar semuanya mendapatkan ilmu pelatihan,” ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa bermanfaat bagi warga binaan. Selain itu setelah keluar dari Rutan, pelatihan itu bisa menjadi bekal para napi dalam mencari kerja, mengingat pelatihan itu akan diberikan sertifikat.

Sementara itu, Zaenuri warga binaan Rutan Kelas IIB mengatakan, selain otomotif motor, didalam Rutan ia mengaku menerima berbagai pelatihan. Seperti, pembuatan miniatur kapal dan sepeda motor, yang lebih berfokus pada kerajinan tangan.

“Semoga hal tersebut bisa menjadi bekal warga binaan setelah keluar dari sini,” pungkasnya.