Tahapan Pemilu Dimulai, Bawaslu Lantik Anggota Panwaslu Kudus

0
Para Peserta Anggota Panwaslu Kabupaten Kudus yang dilantik Bawaslu
Para Peserta Anggota Panwaslu Kabupaten Kudus yang dilantik Bawaslu

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Rangkaian Pemilu 2024 pada tahapan verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan partai politik sudah dimulai, Bawaslu lantik anggota Panitia Pengawas Kecamatan Kudus bertempat di Hall Hotel Asri Kudus, Senin (31/10/2022).

Selain pelantikan, Bawaslu juga memberikan pembekalan kepada Anggota Panwaslu Kecamatan Kabupaten Kudus. Kegiatan itu diawali dengan pembacaan ringkasan Surat Keputusan Ketua Bawaslu Kudus tentang Penetapan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah.

Lebih lanjut, sesuai surat keputusan tersebut, Anggota Panwaslu Kecamatan Kabupaten Kudus dilantik dan diambil sumpahnya. Setelah itu, dilanjutkan penandatanganan secara simbolis berita acara pelantikan anggota panitia pengawas pemilu kecamatan dan penandatanganan pakta integritas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus Naily Syarifah menyampaikan, untuk tahapan Pemilu serentak tahun 2024 saat ini sudah berjalan di tahap verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan partai politik.

“Semoga kedepan antara KPU dan Bawaslu bisa melakukan komunikasi secara intens yang bertindak sebagai penyelenggara pemilu,” katanya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengawal pesta demokrasi agar berjalan secara JURDIL dan LUBER. Untuk itu koordinasi akan terus dilakukan jajaran KPU dengan jajaran Bawaslu khususnya untuk Panwascam.

“Koordinasi terus dilakukan terlebih untuk Panwascam, agar kerja-kerja pengawasan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto mengatakan, dalam mensukseskan Pemilu serentak 2024 Pemkab Kudus siap memfasilitasi terkait hal itu. Selain itu, adapun yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak 2024.

“Jelang 2024, banyak yang harus diperhatikan seperti isu SARA, penyelenggara, faktor figur dan team pendukung yang berpotensi ada konflik didalamnya,” terangnya kepada Samin News.

“Media juga perlu mendukung terkait jalinan komunikasi dalam membangun situasi sosial politik yang kondusif perlu dilakukan,” pungkasnya.