Terkait Kebijakan Naiknya BBM, Pemerintah Disebut tidak Komitmen

0
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

SAMIN-NEWS.com, PATI – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengatakan bahwa Partai Demokrat menolak tegas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Ia menilai pemerintah tidak komitmen yang menambah beban masyarakat.

“Sama seperti Ketum Mas AHY, kita Demokrat dengan tegas menolak kenaikan BBM. Karena kita menilai di mana pemerintah tidak komitmen,” ucap Joni belum lama ini.

Jika negara berat memberi subsidi BBM, tetapi dirinya menyatakan di lain pihak justru mega proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terus terus dikebut. Joni menyatakan seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan subsidi BBM dibanding pembangunan IKN.

“Beban subsidi negara berat, oke berat, tetapi kenapa pembangunan masih jalan terus pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kan pentingnya dimana daripada subsidi ini. Kalau memang berat ya jangan yang lain, jangan membuat mercusuar, mega proyek, tetapi BBM naik,” jelasnya.

Menurutnya, naiknya harga BBM sejak tanggal 3 September 2022 itu akan berdampak pada sektor-sektor lain. Mulai berimbas pada dimungkinkan terjadinya inflasi, sektor transportasi, hingga dampak perekonomian masyarakat.

“Bukan hanya kenaikan antara 2 s/d 3 ribu, tetapi itu dampak ekonomi kebutuhan masyarakat naik semua,” imbuh Joni.
Dirinya mengaku akan terjun ke tengah masyarakat membantu mereka. Sehingga diharapkan bantuan itu nantinya bisa meringankan beban yang dialami.

“Kita mulai DPC, semua anggota DPRD Demokrat diminta turun ke masyarakat membantu sebisanya bakti sosial. Seperti kemarin dari Provinsi, di Banyuurip membantu tambahan makanan balita, mungkin nanti kami akan membantu minyak goreng atau apa, nanti kita pikirkan,” pungkasnya.(adv)