Konsumsi Meningkat, Disdagperin Minta Tambahan Kuota LPG 3 KG

0
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Hadi Santosa
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Hadi Santosa

SAMIN-NEWS.com, PATI – Penggunaan tabung gas LPG (liquefied petroleum gas) ukuran 3 kilogram disebutkan meningkat dalam beberapa waktu belakangan ini. Disebutkan masyarakat banyak yang beralih menggunakan LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan meningkatnya konsumsi LPG 3 kilogram tersebut lantaran harganya yang terbilang sangat terjangkau dibanding dengan dua ukuran di atasnya.

“Penggunaan gas elpiji ukuran 3 kg masih menjadi sasaran masyarakat untuk digunakan. naiknya lantaran harganya masih terbilang lebih murah dibandingkan dengan gas elpiji yang ukuran 5,5 kg atau 12 kg,” ucap Hadi, Jumat (23/9/2022).

Pihaknya merinci tabung gas LPG ukuran 3 kg antara Rp20 – Rp25 ribu. Berbeda dengan ukuran 5,5 kg harganya sebesar Rp105 ribu, sedangkan ukuran 12 kg harganya merogoh dompet cukup dalam yaitu sebesar Rp217 ribu.

Alasan itulah, menurut Hadi yang menyebabkan konsumsi LPG masyarakat beralih ke gas melon. Bahkan, di Kabupaten Pati atas kejadian itu sempat terjadi kelangkaan. Terlebih, pada awal bulan ini di saat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Disdagperin, kata Hadi mengajukan permohonan ke pihak Pertamina untuk penambahan kuota LPG 3 kg. Akan tetapi, dirinya mengaku tidak mengetahui berapa banyak yang nantinya dikasih oleh perseroan bagi Kabupaten Pati.

“Kemarin kita sudah melakukan pengajuan kuota tabung gas LPG 3 kg untuk bulan ini (September), ada tambahan, namun tidak tahu berapa realisasinya” jelasnya.

Berdasarkan pemaparannya, data yang dimiliki Disdagperin hingga akhir bulan Agustus penyerapan konsumsi gas LPG 3 kg mencapai 65 persen, sehingga masih 35 persen belum terserap.

“Kalau kita hitung untuk kuota ada sekitar 8 juta lebih yang sudah terpakai dari total kuota pemkaaian tahun ini, dan untuk penyerapannya belum bisa mencapai 100 persen,” pungkasnya.