Edy Sujatmiko Ditunjuk Jadi Ketua TPPS Jepara

0
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta Kamis (14/7/2022) telah mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan dan desa
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta Kamis (14/7/2022) telah mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan dan desa

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Edy Sujatmiko ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) daerah oleh Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta saat Pengukuhan TPPS tingkat kabupaten, kecamatan dan desa di Gedung Shima kompleks Setda pada Kamis (14/7/2022).

Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta berharap dengan terbentuknya TPPS ini mulai tingkat bawah yakni desa hingga kabupaten dapat memaksimalkan tupoksinya kaitannya upaya penurunan stunting di daerah yang masih cukup tinggi.

“Diharapkan TPPS yang telah dikukuhkan dapat berperan aktif mencapai target yang ditentukan nasional. Tentunya ini tidak hanya sebagai slogan saja, karena stunting kita masih di atas rerata,” ujar Edy Supriyanta.

Tugas TPPS ini mulai dari koordinasi, sinergisitas, hingga evaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan angka stunting. Nantinya upaya itu dilakukan secara efektif, konvergen dan terintegerasi dengan melibatkan lintas sektor.

Selanjutnya TPPS yang dikukuhkan itu berikrar yang dipimpin oleh Sekda Edy Sujatmiko setelah ia dikukuhkan sebagai ketua pelaksana TPPS Kabupaten Jepara.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan tuntunan dan petunjuk-Nya bagi kita semua, agar dapat melaksanakan tugas mulai ini dengan sebaik-baiknya,” ikrar Ketua TPPS yang diikuti petugas TPPS lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua TPPS didampingi dengan tiga wakilnya, yaitu Asisten I Sekda, Kepala Bappeda dan Ketua TP PKK. Berikutnya ada Kepala DP3AP2KB yang menjabat sebagai sekretaris TPPS. Lalu, koordinator bidang intervensi spesifik dan sensitif ada Plt. Kepala Dinkes, serta koordinator bidang data pemantauan evaluasi dan knowledge manajemen Kepala Diskominfo.

Dalam pengukuhan tersebut, turut diserahkan pula bantuan dana sosial Bank Jateng. Berupa pemberian makanan bergizi bagi balita berisiko tengkes sebesar Rp100 juta. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan komitmen bersama upaya percepatan penurunan stunting.(hp)