Persiapan Pekerjaan Pembangunan Jembatan Juwana Harus Maksimal

0
142
Salah satu lokasi sumber kemacetan adalah ujung jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana karena banyaknya arus lalulintas dari jalan poros desa itu hendak masuk ke ruas jalan nasional.(Foto:SN/aed)
Salah satu lokasi sumber kemacetan adalah ujung jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana karena banyaknya arus lalulintas dari jalan poros desa itu hendak masuk ke ruas jalan nasional.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sesuai kesepakatan dengan semua pihak terkait dalam rapat koordinasi pembangunan Jembatan Juwana I di ruas jalan nasional Semarang-Surabaya, maka dalam kurun waktu satu bulan ini rekanan pemenang tender tersebut harus melakukan persiapan maksimal. Yakni, berupaya untuk menghindari terjadinya kemacetan lalu lintas sehingga harus dilakukan rekayasa.

Salah satu di antaranya, adalah dengan cara menutup akses ujung jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana yang hendak masuk ke ruas jalan nasional Semarang-Surabaya. Hal itu tidak hanya dilakukan oleh warga desa setempat, melainkan warga desa tetangga seperti Kedungpancing, Tluwah dan sekitarnya, termasuk warga dari wilayah Kecamatan Jakenan sebelah barat.

Dengan demikian, papar Kaur Binops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin, para pengguna jalan poros desa tersebut yang hendak ke Juwana harus dialihkan ke ruas jalan poros desa setempat. Yaitu, lewat depan SMK Diponegoro ke timur sampai di ruas jalan Juwana-Jakenan atau tepatnya di Desa Pekuwon, Kecamatan Juwana dan juga berlaku sebaliknya, untuk pengguna jalan dari Juwana yang hendak menuju ke Bumirejo.

Untuk sementara ini, kondisi ruas jalan tersebut dalam keadaan rusak sehingga jika segera dilakukan perbaikan justru lebih baik. ”Apalagi, jika yang melakukan perbaikan tersebut adalah pemerintah kabupaten, mengingat jika dilakukan oleh rekanan yang harus melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan waktunya tidak cukup,”ujarnya.

Akses ruas jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana depan SMK Diponegoro ke timur sampai di ruas jalan Juwana-Jakenan, atau ke Desa Pekuwon, kecamatan setempat.(Foto:SN/aed)
Akses ruas jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana depan SMK Diponegoro ke timur sampai di ruas jalan Juwana-Jakenan, atau ke Desa Pekuwon, kecamatan setempat.(Foto:SN/aed)

Sebab, lanjutnya, rekanan juga harus menata bahu jalan sisi timur Jembatan Juwana II atau Bumirejo ke timur sampai ujung pertigaan jembatan kecing Tjongjok. Sebab, ruas jalan nasional tersebut jika untuk dua lajur kendaraan dari arah berlawanan terlalu sempit, sehingga bahu jalannya harus dimaksimalkan, dan kemungkinan tersebut masih bisa dilakukan.

Berkait hal tersebut masing-masing bahu jalan sisi kiri dan kanan, masih memungkinkan untuk ditambah lebarnya satu meter, sehingga jika harus ada kendaraan dari arah berlawanan harus bersimpangan masih sedikit leluasa. Hanya saja, untuk pelebaran bahu jalan itu harus dilakukan dengan perkuatan konstruksi beton.

Selain itu, masih dalam menyangkut rekayasa lalu lintas saat Jembatan Juwana I harus dibongkar maka persiapan yang dilakukan pihak rekanan adalah menyediakan kelengkapan barier di ruas jalan yang kan dilalui arus lalulintas dari arah berlawanan. Yakni, mulai dari perempatan Alun-alun Juwana ke selatan harus dibagi menjadi dua lajur, untuk arus lalu lintas dari barat (Semarang) sampai perempatan alun-alun harus belok kanan (selatan).

Sedangkan yang satu jalur untuk arus lalulintas dari timur (Surabaya) yang hendak menuju ke Semarang (barat), agar masing-masing jangan sampai mengambil posisi terlalu ke kanan atau mendahului. ”Khusus kepada warga Desa Bumirejo, Kedungpancing maupun Tluwah, tentu harus diberikan sosialiasi berkait dengan pengalihan arus dari Bumirejo ke Pekuwon maupun sebaliknya,”imbuh Ipda Muslimin.