Penghuni Rumah Petak Bawah Jembatan Juwana Bukan Penduduk Resmi Warga Doropayung

0
428
Kepala Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Sugeng Legianto (kiri) bersama tokoh masyarakat Juwana Mustamaji (tengah) dan Supar (kanan) saat berada di lokasi kebakaran.(Foto:SN/dok-sup)
Kepala Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Sugeng Legianto (kiri) bersama tokoh masyarakat Juwana Mustamaji (tengah) dan Supar (kanan) saat berada di lokasi kebakaran.(Foto:SN/dok-sup)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dilaporkan secara resmi oleh salah seorang warga Hartono, bahwa rumah petak atau rumah bedeng di bawah Jembatan Juwana I yang musnah terbakar, adalah warga RT 1 RW I Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Akan tetapi, secara administrasi mereka tidak pernah tercatat sebagai warga desa setempat.

Dengan kata lain, mereka adalah para pendatang dari beberapa desa seperti ada yang dari Tayu, dan ada pula dari Todanan, Blora, tapi ada yang berasal dari wilayah Kecamatan Juwana. Selama ini mereka menempati bawah jembatan ada yang tetap, tapi juga secara berganti-ganti, termasuk ada pula beberapa pengawen.

Kondisi tersebut pernah suatu saat ditanyakan ”Samin News” (SN) kepada Kepala Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Sugeng Legianto berkait dengan rencana akan dibangunnya jembatan itu. Bahkan Kades dengan tegas menyatakan, meskipun lokasi jembatan itu masuk wilayah Desa Doropayung, tapi para penghuni di bawahnya adalah para pendatang.

Karena itu, jika nanti jembatan harus dibongkar saat akan dimulai pembangunannya mereka memang harus meninggalkan tempat tersebut. ”Jika mereka masih ingin berada di Juwana, sebenarnya hal itu bisa dilakukan dengan menyewa di rumah susun,”ujarnya.

Kondisi sehari-hari rumah petak atau rumah bedeng di sisi barat bawah Jembatan Juwana I sebelum Minggu (22/Mei) 2022 sekitar pukul 03.05 dini hari tadi musnah terbakar.(Foto:SN/dok-aed)
Kondisi sehari-hari rumah petak atau rumah bedeng di sisi barat bawah Jembatan Juwana I sebelum Minggu (22/Mei) 2022 sekitar pukul 03.05 dini hari tadi musnah terbakar.(Foto:SN/dok-aed)

Sementara itu salah seorang warga setempat, Hartono (51) dalam laporannya antara lain menyebutkan, bahwa yang terbakar adalah 10 rumah bedeng di wilayah RT 1 RW 1 Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Masing-masing milik Suyati (50), Puput (52), Sukir (55), Atik (50) dan Watik (35) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai swasta.

Selain itu, ada juga rumah bedeng milik Triyanto (48), Ratno (57), Desi (35), Hartini (47) dan Tarjo (65) yang sehari-hari pekerjaannya sama. Sedangkan penyebab terjadinya kebakaran disebutkan, karena hubungan arus pendek listrik, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.29 WIB dengan total kerugian material sekitar Rp 250 juta.

Dalam musibah tersebut juga dilaporkan tidak ada korban jiwa yang terbakar, dan untuk memadamkan api begitu menerima informasi Tim Damkar Induk dari Pati langsung bergerak menuju ke lokasi. Sebanyak empat mobil damkar dengan 12 personel dilibatkan dalam upaya memadamkan api, serta dibantu pula dua unit damkar dari PT Garudafood, serta satu unit pompa Alkon dari Polsek Juwana.

Selain itu tim pamadam kebakaran juga dibantu oleh warga sekitar, dan tak ketinggalan juga dari jajaran TNI, Polri dan relawan. Saat kebakaran terjadi, kendaraan dari barat (Semarang) yang melintas di atas Jembatan Juwana I, langsung dialihkan dari Alun-alun Juwana ke kanan melintas di jembatan sisi selatan juga masih di wilayah Desa Doropayung.