Paket Pekerjaan Pengerukan Kolam Tambat Kapal Dilaksanakan Masih dalam Suasana Libur Lebaran

0
39
Ekskavator ''lengan panjang atau lazim juga disebut ''longarm'' sudah mulai bekerja di lokasi pengerukan kolam tambat kapal dengan mengeruk tanah naik ''dump truck'' pembuang.(Foto:SN/aed)
Ekskavator ”lengan panjang atau lazim juga disebut ”longarm” sudah mulai bekerja di lokasi pengerukan kolam tambat kapal dengan mengeruk tanah naik ”dump truck” pembuang.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari H+4 Lebaran, Kamis (5/Mei) 2022, memang sampai saat ini masih banyak warga yang merayakan. Akan tetapi, lain halnya dengan pelaksana lapangan rekanan yang saat ini tengah melaksanakan paket pekerjaan pengerukan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, hari ini langsung mulai melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Bahkan salah seorang pekerja, Darkum, yang bertugas khusus mendorong buangan tanah galian di lokasinya, lebih senang mulai bekerja agar tidak banyak hari kalender yang terbuang. Libur sepekan, sejak Jumat (29/April) 2022, terhitung sudah terlalu lama, tapi hal tersebut untuk memberi kesempatan kepada para operator alat berat yang berasal dari Jawa Timur.

Karena itu, untuk memulai pekerjaan hari ini cukup dengan satu ekskavator melakukan pengerukan tanah di dalam kolam dan satu operator ekskavator bertugas mengambil tanah galian dari dalam kolam. ”Tanah galian yang sudah ditumpuk dalam kolam selama ini sudah kembali mulai diangkut ke lokasi pembuangan,”ujarnya.

Operator alat berat jenis ekskavator, Darkum yang bertugas khusus mendorong buangan tanah agar merata di lokasinya.(Foto:SN/aed)
Operator alat berat jenis ekskavator, Darkum yang bertugas khusus mendorong buangan tanah agar merata di lokasinya.(Foto:SN/aed)

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, maka alat berat yang masih belum terjun melaksanakan pekerjaan masih ada tiga unit. Dua ekskavator jenis ”longarm”, masing-masing satu untuk bekerja mengeruk tanah dari dalam kolam dan yang satu bekerja di luar kolam untuk menaikkan tanah galian ke ”dump truck” pengangkut, dan satu ekskavator biasa yang juga bertugas mengeruk tanah dari dalam kolam tambat kapal.

Sedangkan di hari pertama kerja usai Lebaran ini, pelaksana lapangan mengerahkan tim ekskavator, masing-masing satu bekerja mengeruk tanah dalam kolam, satu lagi mengambil tanah galian ke atas ”dump truck” untuk diangkut ke lokasi pembuangan. Adapun satu ekskavator lainnya, yang khusus menjadi tanggung jawabnya untuk mendorong tanah galian ke lokasi pembuangan, agar tidak menumpuk terlalu tinggi di satu tempat.

Sementara, untuk mengangkut tanah galian dari dalam kolam tambat kapal yang sudah dikeruk beberapa hari sebelumnya cukup mengerahkan tiga buah ”dump truck.” ”Masing-masing dalam sehari bekerja bisa mengangkut minimal 30 rit, sehingga jika ditambah satu unit lagi per hari bisa membuang 120 rit tanah galian ke lokasi pembuangan,”imbuhnya.