Belum Banyak Kapal Penangkap Ikan yang Kembali Melaut

0
38
Kapal penangkap ikan banyak yang masih tambat labuh di sepanjang alur Kali Juwana sejak menjelang Lebaran hingga sekarang.(Foto:SN/aed)
Kapal penangkap ikan banyak yang masih tambat labuh di sepanjang alur Kali Juwana sejak menjelang Lebaran hingga sekarang.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati Lebaran sudah hampir satu bulan berakhir dan juga acara tradisi Sedekah Laut juga tak berbeda, tapi sampai Rabu (25/Mei) 2022 hari ini masih banyak kapal penangkap ikan yang belum kembali melaut. Apalagi, kondisi cuaca di perairan Laut Jawa juga diperburuk dengan tingginya gelombang pasang, sehingga saat harus dalam perjalanan melaut akan menghadapi hambatan.

Hal tersebut banyak dialami kapal penangkap ikan dengan bobot mati di bawah 30 GT, karena yang di atas itu melautnya sanpai ke Selat Makasar dalam mencari daerah tangkapan. Bahkan untuk kapal-kapal dengan bobot mati 100 GT maupun lebih dari itu, untuk daerah tangkapnnya banyak yang sampai ke perairan di Papua.

Khusus kapal penangkap ikan yang disebut terakhir, papar Kepala Bidang (Kabid) P2TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Soleh, besar kemungkinan baru akan kembali melaut antara Juli atau Agustus mendatang. Sebab, ramainya musim hasil ikan tangkapan di perairan itu baru sekitar September mendatang, sehingga banyak yang masih menunggu datangnya musim itu.

Dengan demikian, para pemilik maupun pengurus kapal yang bersangkutan masih belum melakukan persiapan untuk kembali melaut, mengingat waktu menunggunya masih lama. ”Karena itu, masih banyak kapal penangkap ikan berukuran besar sampai saat ini yang tambat labuh di alur Kali Juwana,”ujarnya.

Sedangkan ramainya persiapan berangkat kembali melaut, lanjutnya, saat ini banyak dilakukan oleh para pengurus kapal berukuran di bawahnya. Hal tersebut tak bisa dihindari, karena sebelum kembali berangkat melaut hal utama yang harus dilakukan adalah mengisi perbekalan selama melaut, sehingga tidak hanya semata-mata perbekalan bahan bakar solar.

Akan tetapi harus juga menyiapkan perbekalan berton-ton es batu, bagi kapal yang belum mempunyai fasilitas pendingin, sehingga untuk mengisi kedua jenis perbekalan itu tentu harus mengantre mengingat banyaknya kapal ukuran ini yang harus kembali melaut. Belum lagi, perbekalan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup selama di laut.

Karena itu, dalam melakukan persiapan ini tentu membutuhkan waktu yang lumayan lama tentunya sehingga memang masih banyak kapal sampai saat ini masih tambat labuh. ”Terlepas dari hal tersebut, selama kapal-kapal tersebut menunggu persiapan pengisian perbekalan tetap dalam kondisi aman,”paparnya.

Terpisah Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (KPPP) Juwana, Driyanto melalui Kepala Seksi (Kasie) Opersional Pelabuhan dan Kesahbandaran, Maryadi, ketika dihubungi berkait hal itu membenarkan. ”Sampai Selasa (24/Mei) kemarin, kapal penangkap ikan yang sudah kembali berangkat melaut baru sebanyak 173 buah,”imbuhnya.