PMII Pati Ancam Gelar Aksi Serupa Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

0
65
PMII Pati Ancam Gelar Aksi Serupa Jika Tuntutan Tak Dipenuhi
PMII Pati Ancam Gelar Aksi Serupa Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) PMII Pati, Agus Ulin Nuha mengatakan, pihaknya akan menggelar aksi kembali jika tuntunannya tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

Seperti diketahui massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Senin (11/4/2022) pagi tadi. Aksi mereka untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang menjadi keluhan rakyat kecil.

Puluhan mahasiswa tersebut berorasi, kemudian menyuarakan kritikan dengan atraksi treatrikal dan membawa sepanduk bertuliskan nada kritikan terhadap pemerintah pusat.

“Kalau nanti sudah ditindak lanjuti DPRD Kabupaten Pati, dan dikirim ke pusat lalu tidak ada perubahan, terpaksa kita melaksanakan aksi lagi dengan jumlah masa yang lebih besar,” kata Ulin.

Dalam aksi yang dilakukannya itu, kata dia, terdapat lima tuntunan yang diusung oleh PMII. Salah satunya yakni mengusut dan mengutuk keras kartel-kartel mafia minyak goreng. Hal itu yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng.

Sedangkan tuntutan yang kedua menolak wacana kenaikan harga BBM. Karena hal tersebut akan menambah beban masyarakat utamanya dari kalangan ekonomi kelas menengah kebawah.

“Kami menuntut pemerintah untuk memberikan keadilan peraturan perpajakan. Menuntut pemerintah untuk segera menangani ketidak stabilan ekomoni,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya mengajak seluruh mahasiswa di Kabupaten Pati untuk ikut serta dan mengawal isu yang dinilai memberatkan masyarakat kecil tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Pati, Ali Badruddin mengungkapkan, pihaknya akan segera menyampaikan lima tuntunan dari mahasiswa tersebut ke pusat. Dirinya mengaku senang ketika ada yang meyampaikan keluhan masyarakat.

“Di situasi pandemi seperti ini kemudian ada rencana-rencana kenaikan. Mulai minyak goreng hingga penundaan pemililu. Tentunya kami sebagai wakil rakyat ketika ada rakyatnya mengeluh harus kami terima. Apalagi itu hanya menyampaikan ke pusat,” pungkasnya.