Kondisi Alur Kali Simo di Doropayung Memprihatinkan

0
80
Kondisi alur Kali Simo yang melintas di Desa Doropayung Kecamatan Juwana, atau mulai dari hilir Jembatan GT di jalur pantura hingga muara sangat memprihatinkan.(Foto:SN/dok-nn)
Kondisi alur Kali Simo yang melintas di Desa Doropayung Kecamatan Juwana, atau mulai dari hilir Jembatan GT di jalur pantura hingga muara sangat memprihatinkan.(Foto:SN/dok-nn)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati pihak yang berkompeten dalam urusan kondiis alur kali di wilayahnya, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, tapi sampai saat ini masih banyak alur kali di Kabupaten Pati tidak terpelihara dengan baik dan maksimal. Satu di antaranya, adalah  alur Kali Simo yang juga memanjang di sepanjang pinggir jalan raya nasional Pati-Juwana, tapi setelah memasuki kawasan hilir di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, benar-benar sangat memprihatinkan.

Sebab, mulai hilir Jembatan GT ke selatan sepanjang hampir kurang lebih sepanjang satu kilometer hingga muara, tepat di alur Kali Juwana, benar-benar membuat siapa pun yang melihat hanya bisa geleng kepala. Selain kondisi alur kali yang sudah mengalami pendangkalan cukup para juga ditumbuhi sema-semak, dan juga tumbuhan liar lainnya, terutama eceng gondok.

Akibatnya, talud penahan di sepanjang hilir alur kali tersebut tertutup oleh tumbuhan liar itu, karena sejak proyek normalisasi alur kali itu sekitar Tahun 2010/2011 lalu sesudahnya tak pernah lagi tersentuh perawatan. Sebab, pihak yang berkompeten hanya menangani kondisi alur Kali Simo yang dipinggir jalan raya, tapi itu pun sampai saat ini tidak pernah tuntas.

Diminta tanggapannya berkait hal tersebut, Kepala Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Sugeng Legianto, tidak mengelak karena kondisi alur kali yang melintas di pinggir desanya memunculkan kondisi lingkungan yang kumuh. Karena itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Juwana, Sunaryo, untuk mengupayakan bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.

Hal tersebut mengingat, jika harus mendatangkan alat berat jenis ekskavator utuk melakukan normalisasi terbentur dengan tidak tersedianya akses jalan yang bisa dilewati truk pengangkut alat berat tersebut. Sehingga satu-satunya cara, upaya membersihkan alur kali itu hanya bisa dilakukan secara manual dengan mengerahkan para pekerja.

Dengan demikian, kini tengah dipersiapakan rencana pelaksanaanya melalui sistem pelaksanaan pekerjaan padat karya tunai, maka harus diterjunkan warga setempat. ”Sedangkan sumbe sumber dana untuk membiayai keperluan itu, tak lain harus menggunakan dana desa (DD), karena yang penting lingkungan alur kali tersebut tidak tampak kumuh,”tandasnya.