Kapal Penangkap Ikan yang Terus Berdatangan Harus Berjubel untuk Bisa Tambat

0
68
Kapal penangkap ikan di Juwana yang baru kembali dari melaut saat harus tambat di sepanjang pinggir alur Juwana atau yang juga dikenal dengan Bengawan Silugonggo.(Foto:SN/aed)
Kapal penangkap ikan di Juwana yang baru kembali dari melaut saat harus tambat di sepanjang pinggir alur Juwana atau yang juga dikenal dengan Bengawan Silugonggo.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Memasuki minggu ketiga berlangsungnya puasa Ramadhan, kesibukan tampak semakin meningkat di sepanjang alur Kali Juwana. Hal itu terjadi mulai dari sisi hilir Jembatan Juwana atau jembatan lama di ruas jalan raya nasional Juwana – Rembang hingga jauh ke hilir di kawasan Pulau Seprapat.

Kondisi tersebut sebagaimana berlangsung setiap menjelang Lebaran, seperti di tahun-tahun sebelumnya yang sudah barang tentu tak bisa dihindari, mengingat jumlah kapal penangkap ikan terus bertambah. Akan tetapi di sisi lain, lokasi atau ruang untuk tambat kapal saat para anak buah kapal (ABK) ber-Lebaran bersama keluarga tentu menjadi perhatian tersediri.

Karena itu, papar Kepala Bidang (Kabid) P2TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Soleh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, kini terus berupaya untuk menuntaskan pelaksanaan pembangunan kolam tambat kapal. ”Lokasinya di kawasan Pulau Seprapat, dan saat ini sudah memasuki tahapan pengerukan tanah dari dalam lokasi kolam,”ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, lanjut Soleh, dalam menyikapi kondisi tersebut pihaknya juga langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak Tim Terpadu Kemaritiman Juwana. Hal tersebut dalam rangka antisipasi pra hingga pasca-Lebaran di aula TPI Unit II Juwana yang dihadiri pula Tim Muspika kecamatan setempat.

Materinya berkait dengan pembahasan  persiapan antisipasi kegiatan nelayan menjelang hingga pasca-Lebaran yang biasanya dilanjutkan dengan gelaran acara tradisional, yaitu Sedekah Laut. Tak ketinggalan masalah pengaturan tambat labuh kapal juga menjadi pokok bahasan, utamanya dalam hal upaya mencegah terjadinya kebakaran kapal.

Berkait hal yang disebut terakhir, tentu sudah dipersiapkan Tim Terpadu yang terdiri dari unsur kemaritiman Juwana, untuk siaga 24 jam dengan mendirikan Posko di galangan kapal milik H Lasdi yang sekaligus juga untuk patroli dan pengamanan alur kali. ”Dengan demikian, sangat diperlukan sinergitas antarunsur kemaritiman di Juwana, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan, serta kondusifitas masyarakat setempat,”imbuh Soleh.