Pulihkan Ekonomi, Dinkop Latih Pelaku Usaha dengan Manajemen Pemasaran

0
38

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tren pertumbuhan ekonomi di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diharapkan bisa terus berlanjut. Sebab melalui lapangan usaha serta umkm itu masih menjadi penopang pemulihan ekonomi di daerah termasuk di Kabupaten Pati.

Guna mendukung upaya tren pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkopumkm) melakukan pendampingan bagi pelaku usaha. Kegiatan itu bertajuk Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro melalui Pelatihan Manajemen UMKM.

Suasana kegiatan pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro melalui pelatihan manajemen umkm oleh Dinkopumkm, Rabu (9/3/2022)
Suasana kegiatan pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro melalui pelatihan manajemen umkm oleh Dinkopumkm, Rabu (9/3/2022)

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 8 s/d 10 Maret 2022 di aula kantor setempat. Adapun pelatihan manajemen umkm diisi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Jawa Tengah. Dalam manajemen usaha, setidaknya disebut ada lima poin penting yang harus dimiliki pelaku usaha.

“Prinsip dasar dalam kewirausahaan yaitu di antaranya adalah kelincahan, daya tahan, kecepatan/cepat tanggap, kelenturan dan kekuatan,” ujar Santoso pemateri dari BPSDM Jateng.

Melalui pelatihan yang digelar, diharapkan pelaku usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Pati pada khususnya bisa naik kelas, sehingga dapat menjadi roda penggerak ekonomi. Selain itu, pogram yang dijalankan ke depannya akan memberikan dampak yang lebih besar bagi UMKM.

Sedangkan Kepala Dinkopumkm, Wahyu Setyawati menyatakan bahwa pelaku usaha mikro perlu diberikan pengetahuan tentang manajemen pemasaran. Ini bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan usahanya.

Menurutnya, di dalam manajemen pemasaran itu setidaknya ada branding, packaging hingga manajemen pengelolaan keuangan usaha.

“Branding kaitannya dengan merk itu begitu kita sudah punya branding tertentu harus dijaga kualitasnya. Sedangkan packaging terkadang orang tertarik itu dari penampilannya dan kemasan bagus,” kata Wahyu.

“Meskipun terkadang kualitas dan produknya bagus kemudian rasanya juga enak. Akan tetapi kalau kalau kemasan tidak menarik juga tidak mampu daya tarik pembeli,” jelasnya.