Pembangunan Taman di Tugu Batas Harus Berpagar

0
64
Tugu batas antarwilayah kabupaten pati
Tugu batas antarwilayah Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus, di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, dengan tulisan ''Kabupaten Pati'' diberi ucapan selamat jalan dan yang di baliknya dari Kudus masuk Pati diberikan ucapan ''Selamat Datang Kabupaten Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terlepas siapa yang menuliskan pada bentang tugu batas antara Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus, atau antara Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang dengan tulisan ”Selamat Jalan Kabupaten Pati,” atau ”Selamat Datang Kabupaten Pati”, di lokasi ini akan dibangun taman di sisi kiri maupun kanan. Saat ini tahapannya, sudah siap tayang di Unit Lelang Pengadaan (ULP) Kabupaten Pati.

Dengan demikian, dalamTahun 2022 ini untuk lokasi perbatasan wilayah barat (Pati-Kudus) dan wilayah timur (Pati-Rembang) akan tersentuh unsur keindahan berupa taman. Hanya saja, sejumlah pihak menaruh harapan agar nanti pemeliharaannya benar-benar maksimal, agar jangan sampai terkesan bangunan mangkrak dan tak terawat.

Di sisi lain, papar beberapa warga ketika diminta tanggapan berkait hal tersebut meminta jangan lupa dalam membuat perencanaannya, yaitu taman tersebut di sekelilingnya harus berpagar tapi tidak mengurangi keindahannya. ”Jika tidak, maka taman yang dibangun dengan biaya mahal tersebut akan beralih fungsi, dan lebih buruk lagi akan menjadi pusat membuang air kecil oleh orang-orang yang berada di sekitarnya,”ujar salah seorang di antara mereka, Slamet Riyadi.

Bentuk tugu batas pati
Bentuk tugu batas Pati-Kudus yang sisi selatan (atas) dan utara (bawah), di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, dan satu tugu lainnya untuk batas Pati-Rembang, di Desa Gajahkumpul, Kecamatan Batangan.(Foto:SN/aed)

Sebab, lanjutnya, di sekitar lokasi tugu batas baik antara Pati-Kudus maupun Pati-Rembang, selama ini untuk bahu jalan raya nasional itu banyak dimanfaatkan untuk berhenti dan parkir kendaraan. Dengan demikian, jika taman tersebut dibuat tidak berpagar maka tidak tertutup kemungkinan dimanfaatkan untuk hal-hal tidak semestinya, semisal untuk buang air kecil.

jika sudah demikian, lama kelamaan kondisi lingkungan taman akan menjadi jorok dan jika sudah jorok, maka petugas kebersihan maupun yang merawatnya juga menjadi enggan. ”Lama kelamaan jadi bangunan mangkrak, seperti yang pernah kami lihat di perbatasan Demak-Jepara, yaitu di Kecamatan Welahan,untuk Taman Tugu Macan Kurung,”imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Pati, Arief Wahyudi membenarkan berkait akan dibangunnya dua taman di wilayah perbatas, baik antara Pati-Kudus maupun Pati-Rembang. ”Sebentar lagi, untuk peket pekerjaan tersebut akan kami tayangkan dalam lelang pengadaan dengan pagu anggaran hampir mencapai Rp 2 miliar,”jelasnya.