Karang Taruna Mandala Lahar-Yayasan Mentari Sehat Gelar Sarasehan Penanganan TBC

0
48
Karang Taruna Mandala Lahar-Yayasan Mentari Sehat Gelar Sarasehan Penanganan TBC
Karang Taruna Mandala Lahar-Yayasan Mentari Sehat Gelar Sarasehan Penanganan TBC

SAMIN-NEWS.com, PATI – Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu bersama dengan Yayasan Mentari Sehat Indonesia, Kabupaten Pati menggelar Sarasehan Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis di balai desa setempat pada Rabu (30/3/2022). Acara ini mengusung tema Investasi untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Bangsa.

Narasumber dalam kegiatan ini yakni dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia dan Perwakilan Puskesmas Tlogowungu dengan peserta tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan pelajar.

Ketua Karang Taruna Desa Lahar, Angga Saputra mengatakan sarasehan ini perlu dilakukan, sebab di Kabupaten Pati angka TBC cukup tinggi. Berdasarkan data yang dimilikinya setidaknya terdapat 1.200 kasus sepanjang tahun 2021.

Sejalan dengan itu, menurutnya tepat mengundang narasumber yang kompeten di dalamnya. Sehingga mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di Desa Lahar berkait dengan pencegahan serta penanganan TBC.

“Karena bagaimanapun juga, pemerintah tidak bisa hadir sendiri dalam menangani penyakit tersebut. Perlu adanya kebersamaan dan sinergitas semua pihak,” kata Angga.

Melalui sarasehan ini, dia berharap masyarakat mampu memahami penularan TBC dan cara mengatasinya. Menurutnya, TBC adalah bukan suatu aib yang harus disembunyikan. Tetapi, perlu mendapat perawatan medis yang tepat.

“Penyakit ini bukan aib, maka perlu penanganan secara humanis. ke depan masyarakat bisa memahami gejala awal dari penyakit yang berbahaya itu. Sehingga masyarakat bisa lebih menjaga diri sendiri dan orang sekitar dari penyakit menular tersebut,” harapnya.

Sementara, Ketua Yayasan Mentari sehat Indonesia, M. Yasir Al Imron, menjelaskan penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang mudah menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Gejala TBC, ia menuturkan di antaranya mengalami batuk lebih dari dua minggu, nafsu makan berkurang, mengalami deman dan sering berkeringat di malam hari meskipun tidak beraktifitas.

“Dengan itu, masyarakat diminta untuk lebih menjaga kesehatan. Penyakit ini berbahaya namun bisa disembuhkan asal mau berobat dengan teratur. Pengobatan selama 6 bulan,” terangnya.

Di sisi lain, Joko Supriyanto dari Puskesmas Tlogowungu merinci tahun 2021 di wilayahnya terdapat 28 orang yang terkena TBC. Pihaknya menambahkan penyakit ini tingkat kesembuhannya mencapai 85 persen.

“Ada yang menjalani pengobatan tapi tidak sampai sembuh, karena mereka merasa kalau batuknya sudah hilang, dia merasa sembuh dan tidak berobat kembali. Namun dari kami juga mendatangi ke rumah penderita untuk melalukan pengobatan, dan melakukan pendekatan agar mereka mau berobat sampai enam bulan,” ujarnya.