Air Hujan dari Saluran Pembuang Desa Pasucen Sering Luber Sampai ke Desa Trangkil

0
19
Drainase desa pasucen
Penataan saluran pembuang (drainase) di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, karena bila turun hujan airnya masuk ke halaman Puskesmas dan Lapangan Trangkil.(Foto:SN/aed) 

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati dua desa perbatasan itu dipisahkan oleh ruas jalan raya Provinsi Jawa Tengah untuk jalur Pati-Tayu, tapi turun hujan air dari saluran pembuang (drainase) Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, ternyata bisa luber memasuki Desa/Kecamatan Trangkil. Bahkan Puskesmas Kecamatan Trangkil yang berlokasi di pinggir jalan raya itu, halamannya juga kemasukan air dari saluran pembuang tersebut.

Tidak hanya itu, papar Kepala Seksie (Kasie) Drainase Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Pati, Joko, pihaknya sering mendapat komplain dari dampak yang ditimbulkan lubernya air dari saluran pembuang itu. Hal itu tak bisa dihindari, karena kondisi saluran pembuang yang berada di depan lapangan Desa Pasucen itu tidak maksimal.

Sedangkan di sisi lain, kondisi letak Desa Pasucen juga lebih tinggi dibanding Desa Trangkil, sehingga jika terjadi hujan deras, maka gelontoran limpasan air dari hulu (Pasucen) seperti tak kendali mengalir dari barat ke timur. ”Akibatnya, Puskesmas Trangkil yang tepat berada di ujung pertigaan pun sudah menjadi langganan lewatnya air dari Pasucen,”ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Joko, setelah air hujan itu menggenang di halaman Puskesmas, baru bisa terkurangi setelah air tersebut keluar dari halamannya. Akan tetapi, gantinya mengalirnya air hujan tersebut justru masuk ke Lapangan Desa Trangkil, karena lokasinya berada tak jauh dari belakang Puskesmas tersebut, sehingga pihak yang memanfaatkan lapangan sepak bola juga komplain.

Dari pengecekan di lokasi drainase itu, maka akhirnya terungkap bahwa di ujung timur saluran pembuang itu sebenarnya sudah terpasang gorong-gorong melintang ke selatan utara jalan di Pasucen. Tujuannya, sudah benar untuk mengalihkan atau membuang air ke alur kali yang berada di sisi utara Gedung Haji, sehingga saluran dari jalan itu juga sudah terpasang membentang ke utara hingga sampai ke alur kali.

Akan tetapi, di lokasi saluran itu dimanfaatkan untuk berjualan bambu dan lebih memprihatinkan ada batang bambu yang ditumpuk dalam saluran tersebut. ”Akibatnya, saluran menjadi buntu dan bila hujan airnya limpas ke jalan sampai ke Puskesmas dan Lapangan Desa/Kecamatan Trangkil, sehingga drainse selain kami benahi juga saluran pembuangnya yang mengalirkan air hujan masuk ke alur kali pun kami benahi,”imbuhnya.