Tengah Hari 2 Februari 2022; Belum Berlangsung Pembongkaran Bangunan di Kompleks LI

0
77
Suasana lengang di lorong III Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, Rabu (2/Februari) tengah hari ini.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kabar santer yang beredar di kalangan masyarakat Margorejo, bahwa Rabu (2/Februari) 2022 hari ini, akan berlangsung  pembongkaran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo. Bahkan untuk keperluan tersebut pihak berkompeten di Pati harus mengerahkan tidak kurang dari 800 personel, dan diperkuat dengan fasilitas pendukung berupa ekskavator sebanyak delapan unit.

Akan tetapi dari pagi hingga tengah hari tadi, untuk pelaksanaan pembongkaran bangunan sebanyak 70 unit di lokasi tersebut belum berlanjut. Sehingga kabar itu sampai sekarang, tetap belum ada kepastian sebagaimana disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono AP MSi bahwa pihaknya masih menunggu perintah dari Bupati.

Terlepas dari kapan pembongkaran bangunan di lingkungan kompleks tersebut dilaksnakan, tapi dari pantauan  ”Samin News” di lokasi kompleks pelacuran yang sudah beberapa bulan lalu dututup itu, petugas di Pos Pengamanan semakin selektif bila ada orang tak dikenal berada di lokasi tersebut. Minimal, saat melintas di depan pos penjagaan sudah dihentikan serta ditanya mau ke mana, dan juga identitas yang bersangkutan, utamanya KTP isi serta mendokumentasikannya.

Di sisi lain, kondisi di lingkungan kompleks ini juga sudah berubah karena bangunan terbuka di ujung lorong III bagian pintu belakang sudah dikunci. Demikian pula, bagian pintu samping untuk masuk dari depan juga sudah dipalang dengan pagar bambu, tepat di depan pintu masuk Lorong I dan Lorong II, sehingga tidak bisa lagi kendaraan petugas parkir di bangunan tersebut.

Fasilitas bangunan terbuka adalah lokasi untuk parkir sepeda motor pengunjung saat kompleks pelacuran itu belum ditutup (atas) dan pintu besi di bagian belakang bangunan tersebut sekarang juga sudah dikunci (bawah).(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, kendaraan atau sepeda motor petugas jaga baik siang maupun malam sudah sekitar sepekan terakhir ini, harus diparkir di luar bangunan itu. Kondisi tersebut dilakukan oleh pemilik bangunan di Lorong I dan II, termasuk menutup jalan masuk maupun ke luar lorong, di mana bangunan miliknya berada, menyusul yang datang ke lokasi untuk berjaga adalah secara bergilir.

Adapun bangunan yang sampai saat ini masih terdapat beberapa penghuni di dalamnya, sejak dilakukan penutupan dahulu hingga sekarang adalah di Lorong III. Akan tetapi, orang-orang yang menjadi penghuni di dalamnya, adalah orang-orang yang suda berada di tempat tersebut sebelumnya, sehingga ujung lorong untuk akses mereka masuk masih tetap terbuka.

Sepeda motor petugas yang harus diparkir di tempat terbuka karena bangunan yang untuk parkir dan juga berkumpul saat jaga, sekarang sudah ditutup dan dikunci pemiliknya.(Foto:SN/aed)

Mengingat petugas jaga yang ada di pos jaga atau pos pengamanan adalah menjaga kondisi lingkungan di kompleks tersebut, maka apa pun kondisi yang ada tidak masalah. Dengan kata lain, tugas tetap berlanjut seperti hari-hari biasa dan juga hari-hari berikutnya, sebelum ada perintah resmi untuk meninggalkan pos jaga tersebut.

Sementara, untuk kondisi lain, terutama di lokasi bangunan yang semula akan diwakafkan untuk pondok pesantren (Pospes) jika sehari sebelumnya , Selasa (1/Februari) 2022 sepi, meskipun gerbang depan buka, Rabu (2/Februari) hari ini, mulai ramai lagi. Sejumlah santri yang berada di tempat tersebut, pada tengah hari tersebut baru saja selesai mengaji.