Proyek Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi (DI) Terjebak Kondisi Cuaca

0
45
Sebuah dump truck pengangkut material yang terjebak jalan berlumpur sehingga tak bisa masuk ke lokasi paket pekerjaan di Bendung Sumedang, di wilayah Kecamatan Winong.(Foto:SN/dok-wid)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mengacu kondisi cuaca menjelang akhir Tahun 2021 lalu menjadi penyebab pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi (D.I) tak bisa selesai tepat waktu. Peket pekerjaan tersebut di Kabupaten Pati waktu itu mendapatkan alokasi dana ”Loan” atau Bank Dunia yang dikenal dengan paket proyek IPDMIP.

Karena itu, untuk paket pekerjaan yang sama di lokasi lain atau lanjutan di lokasi tak jauh berbeda untuk tahun ini (2022), oleh pihak Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Pati ditenderkan lebih awal. Sedikitnya ada sembilan paket pekerjaan, satu di antaranya adalah rehabilitasi hulu Bendung Sumedang di wilayah Kecamatan Winong.

Paket pekerjaan tersebut, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Giarto, adalah pembuatan talut/penguat sisi hulu kanan dan kiri bendung tersebut dengan pasangan batu. Masing-masing panjangnya pada satu sisi mencapai 910 meter, dan lebar/tinggi mencapai 2 meter, serta paket pekerjaan lainnya adalah rehabilitasi alur kali tersebut.

Untuk pekerjaan itu bersama paket lainnya sudah selesai ditenderkan, dan masing-masing rekanan pemenang tender sudah menandatangi kontrak. ”Adapun hari kelender (HK) pelaksanaan pekerjaan adalah selama 75 hari, sehingga pertengahan April 2022 mendatang seluruh pekerjaan harus sudah tuntas,”ujarnya.

Sebuah alat berat jenis ekskavator terpaksa harus menarik sebuah dump truck berisi material yang terjebak di jalan berlumpur menuju lokasi proyek Bendung Sumedang.(Foto:SN/dok-wid)

Akan tetapi, lanjutnya, saat pihaknya harus mulai melaksanakan pekerjaan di lapangan, ternyata kondisi cuaca juga tidak mendukung. Sebab, turunnya hujan tiap pagi, siang hingga sore hari justru tak bisa dihindari, sehingga pelaksanaan pekerjaan galian untuk sayap hulu bendung yang sudah dilakukan penggalian, terpaksa pekerjaan selanjutnya untuk pemasangan batu belum bisa dilaksanakan, karena material tidak bisa diangkut ke lokasi.

Padahal, pekerjaan galian itu sudah mencapai panjang 300 meter dan siap dilakukan pemasangan batu untuk fondasi dasar. Selesai tahapan tersebut adalah pemasangan pembuatan cetak beton lengkap perangkaian besinya, sehingga material yang disebut terakhir dan sudah tersedia juga tak bisa terangkut ke lokasi.

Dengan demikian, material tersebut terpaksa harus dititipkan di tempatkan warga yang dekat dengan lokasi paket pekerjaan, dan akan diangkut setelah nanti akses jalan sudah bisa dimanfaatkan atau dilewati kendaraan pengangkut. Mengingat kondisi itu, pihaknya pun harus melakukan koordinasi dengan pihak pejabat pembuat komitmen (PPKom).

Berkait hal tersebut, pihaknya diharuskan untuk memadatkan akses jalan itu dengan urukan batu dan pasir, di mana akses panjang jalan dari lokasi pertama hingga lokasi pekerjaan seluruhnya tidak kurang dari 650 meter. ”Kendati demikian, kami tetap mengharap agar cuaca segera kembali normal atau paling tidak ada panas matahari, sehingga kami bisa memasukkan material ke lokasi,”imbuhnya.