Eddy Siswanto; Dukung Kelompok Difabel Untuk Selalu Mandiri

0
58
Ketua Kelompok Difabel ”Rumah Singgah” di Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa, Ahmad Suryani (atas) dan anggota lainnya, saat menerima paket sembako dan kue keranjang dalam bakti sosial menyambut Tahun Baru Imlek 2573, dari Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Siswanto, Jumat (4/Februari) siang kemarin, di serambi Kelenteng Hok Tik Bio Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Koordinator Kelompok Gusdurian Pati, Eddy Siswanto yang juga akrab sebagai Eddy Kubota, Jumat (4/Fenbruari) 2022 hari ini, menyerahkan paket sembako dan kue keranjang kepada kalangan difabel Kelompok ”Rumah Singgah.” Kelompok yang diketuai Ahmad Suryani ini, sudah berdiri sekitar tiga tahun lalu dengan pusat kegiatan di Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa.

Karena itu, kendati mereka adalah kelompok yang secara fisik mempunyai kekurangan, tapi upaya memacu semangat mereka untuk tetap berkarya nyata harus selalu dilakukan. Kekurangan secara fisik, hal itu bukan hambatan terus merasa tidak berguna dalam keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, tapi hal itu harus menjadi pendorong mereka agar terus memacu untuk lebih percaya diri.

Melihat realitas dan kondisi tersebut, papar Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Kubota, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak lagi memunculkan anggapan, bahwa kelompok warga yang mempunyai kekurangan secara fisik tersebut, hendaknya jangan dianggap sebagai beban. ”Sehingga mereka pun tidak harus mendapat perhatian, hanya karena menaruh rasa belas kasihan,”ujarnya.

Koordinator Gus Durian Pati, Eddy Siswanto saat menyerahkan paket sembako dan kue imlek atau kue keranjang kepada perwakilan perempuan difabel kelompok Rumah Singgah Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa, di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Jumat (4/Februari) 2022 siang tadi.(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjutnya, terlepas dari kekurangannya secara fisik, maka yang sangat mereka butuhkan adalah perhatian dan kepedulian terhadap keberadaannya selama ini di tengah-tengah masyarakat. Dengan dukungan dan pemberian kepercayaan, ternyata mereka tetap bisa mandiri dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.

Perhatian dan dorongan semangat dari lingkungan warga sekitar dan juga masyarakat luas lainnya, buktinya bahwa selama ini mereka tetap bisa mandiri. ”Dengan kata lain, selama ini mereka mampu mengatur dan memenuhi kebutuhannya sendiri melalui berbagai kegiatan usaha yang bisa menjadi sumber penghidupan sehari-hari,”tandas Eddy Siswanto.

Hal tersebut dibenarkan, Ahmad Suryani yang saat ini harus mengajak tidak kurang dari anggota kelompok Rumah Singgah ini dengan melalukan berbagai kegiatan sehari-hari. ”Selain ada yang secara perorangan sebagai ahli potong rambut, tapi secara kelompok adalah memproduk makanan ringan di antaranya berupa cemilan, ceriping ketela,”imbuhnya.