Catatan di Balik Pengusulan Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional

0
56
Hadi Priyanto saat diminta Bupati Jeoara Dian Kristiandi untuk menjelaskan sekilas tentang Kartini di ruang pingitannya kepada Lestari Moerdijat, Dr Connie dan budayawan Sujiwo Tejo.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Ada hal menarik pernyataan Wakil Ketua MPR RI, Dr Lestari Moerdijat SS MM, Sabtu (5/Februari) 2022 lalu di Pendapa RA Kartini Jepara. Hal itu berlangsung saat yang bersangkutan memberikan sambutan dalam Dialog Silaturahmi Kebhinekaan Seluruh Masyarakat Jepara, untuk mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Acara tersebut juga dihadiri Habib Luthfi bin Yahya, ulama besar yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Selain itu hadir pula, Tim Ahli yang terdiri Prof Ratno Lukito, Dr Conny Rahakundini Bakri, Dr Alamsyah, Dr Vhusnul Hayati, Forkopimda, tokoh agama, dan juga budayawan Sujewo Tejo, dan acara juga disiarkan secara live streaming di akun YouTube Pemerintah Kabupaten Jepara.

Lestari Moerdijat yang juga dikenal sebagai inisiator pengusulan tersebut, selain menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua lapisan masyarakat, lembaga dan budayawan yang telah mendukung dan ikut aktif. Yakni, dalam proses pengusulan tersebut, juga menyebut nama Hadi Priyanto.

Nama Hadi Priyanto disebut-sebut sebagai orang yang memperkenalkan lebih dalam dengan sosok besar Ratu Kalinyamat, sejak Tahun 2013. Ia juga menyebut yang bersangkutan telah mendampingi dan terlibat hingga pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional saat ini.

Sedangkan Hadi Priyanti sendiri sejak 33 tahun lalu telah menulis artikel-artikel tentang Ratu kalinyamat, dan pernah juga menjadi produser Ketoprak Spektakuler dengan cerita Ratu Kalinyamat. Bahkan cerita Ratu Kalinyamat dalam pertunjukan ketoprak tersebut berhasil memecahkan rekor MURI Tahun 2010.

Karena itu, pihaknya dan masyarakat Jepara yang justru mengucapkan terima kasih kepadanya. ”Sebab, ia telah berikhtiar sangat keras untuk  mengusulkan kembali Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional setelah dua kali gagal diusulkan Tahun 2008 dan 2009,”ungkap Hadi Priyanto.

Waktu itu, beliau membaca draf buku Ratu Kalinyamat Rainha de Jepara yang ditulisnya Tahun 2018, dan meminta beliau membuat catatan. Saat itu beliau sedang berobat di Jepang, dan ternyata menyanggupi untuk menulis sendiri catatan yang diberi judul Inspirasi Buat Perempuan Indonesia.

Itu sebagai bentuk penghargaan dan kekaguman beliu terhadap Ratu Kalinyamat. ”Hal itu ditulis oleh penulis Portugis Diego de Couto,”imbuhnya.(hp)