Vaksinasi Anak-anak di Jepara Dimulai dari Karimunjawa

0
13
Tenaga kesehatan (Nakes) yang memainkan badut di Karimunjawa, cukup menghibur anak-anak yang akhirnya tak takut disuntik vaksin.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Kendati Jepara belum tuntas dalam upaya pencapaian target vaksinasi 60 persen untuk kelompok lanjut usia (Lansia), kini sudah harus melakukan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun. Hal tersebut untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD), dan vaksinasi itu diawali dari Puskesmas Karimunjawa.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengungkapkan, Karumunjawa menjadi yang pertama di Jepara untuk memulai vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Dengan demikian, untuk Puskesmas yang lain pun akan segara menyusul.

Semakin banyak siswa SD yang disuntik vaksin Covid-19, lanjutnya, maka akan segera terbentuk herd immunity (kekebalan komunal) di lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa berjalan normal dan maksimal.

Sementara Kepala Puskesmas Karimunjawa Suhadi, saat dihubungi berkait hal tersebut Jumat (7/Januari) 2022) kemarin menyampaikan, bahwa vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini sudah mulai dilakukan Kamis (6/Januari) 2022, di SD 1 dan 2 Karimunjawa dengan jumlah 324 sasaran. Akan tetapi targetnya, untuk vaksinasi anak di Karimunjawa mencapai seribu lebih.

Dari 324 anak sasaran yang berhasil divaksinasi 224 anak, dan sisanya tidak hadir dan tidak lolos secreaning doktor, sehingga mereka yang tidak hadir harus disisir kembali. ”Sebelumnya kita melihat ada anak mau disuntik malah lari bersembunyi di bawah meja, bahkan harus dipaksa dengan dipegang guru,”ujarnya.

Sedangkan Jumat kemarin, vaksinasi dilaksanakan di SDN 3, 6, 7 dan 4 Karimunjawa dengan melibatkan dua tim vaksinator dari Puskesmas setemoat. Selain itu juga akan dijadwalkan penyuntikan atau vaksinasi di wilayah SD Parang, dan Pulau Nyamuk yang jaraknya cukup jauh dari Kepulauan Karimunjawa.

Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Karimunjawa yang cukup kreativ dengan membawa badut untuk menghibur anak-anak yang hendak disuntik vaksin.(Foto:SN/dok-hp)

Ditambahkan, vaksinasi anak di Karimunjawa bisa segera dimulai lantaran wilayah tersebut hasil vaksinasinya sudah mencapai 99,94 persen untuk dosis pertama. Adapun untuk vaksinasi masyarakat lanjut usia (lansia) sudah sebesar 97 persen.

Untuk memikat dan menarik anak-anak, agar tidak takut disuntik vaksin, petugas di lapangan berdandan sebagai badut,  sekaligus untuk menghibur mereka. Dengan begitu, anak-anak menjadi tertarik dan tidak takut saat hendak disuntik, maka ada 4 nakes yang berdandan badut dengan berjogat sambil bernyanyi yang mengedukasi.

Dengan demikmian, anak-anak yang merasa senang itu bersedia diberikan suntikan yang biasanya pada takut, bahkan sampai ada yang stres atau menimbulkan trauma. ”Karena itu, kami berikan alternatif untuk menghibur mereka agar anak saat disuntik tetap bisa tersenyum bahagia,”imbuh Suhadi.(hp)