SOIna Inginkan Kehadiran Penyandang Disabilitas Diakui

0
53
Ratna Septianggrahenie (kiri) saat mendampingi anak-anak penyandang disabilitas

SAMIN-NEWS.com, PATI – Agenda kirab Obor Api Pekan Special Olympic Nasional (PeSOnas) di Pati untuk Selasa (11/1/2022) hari ini, jadwalnya adalah anak-anak disabilitas mengikuti acara main bersama dalam bentuk olahraga atletik lomba pindah rambutan di Stadion Joyokusumo.

Selain itu juga terdapat acara ‘jagong santai’ yang dikemas dalam acara sarasehan. Dengan kata lain, membutuhkan waktu agak lama dimulai dari pagi hingga sore hari.

Koordinator lapangan Special Olympic Indonesia (SOIna) Wilayah Pati, Ratna Septianggrahenie mengatakan konsep yang diusung PeSonas bertemakan ‘Akulah Bintang’.

Makna yang terkandung tema tersebut menurutnya yaitu kita semua menganggap bahwa, anak-anak disabilitas adalah superstar. Mereka adalah orang yang harus dihargai, disuppot. Apa pun yang mereka hasilkan kita lihat dari sudut mereka.

“Jadi, kita belajar memandang dengan sudut pandang mereka. Jadi jangan kebalik, mereka mengikuti kita. InsyaAllah komitmen Jokowi menempatkan 2 persen di berbagai lini pekerjaan, itu akan tercapai. Pada dasarnya, membina dan mendampingi sesuai skill yang dimiliki, itu yang dimatangkan,” ujarnya.

Minimal tujuan yang ingin dicapai SOIna, penyandang disabilitas mampu hidup secara mandiri dengan skill dasar yang telah dianugerahkan Allah. Yakni untuk menggali dan mengembangkan potensinya.

Lebih lanjut, Ratna menyampaikan ini dilakukan sebagai wadah ruang fasilitasi untuk anak-anak. Dan ini merupakan rangkaian kegiatan kirab Obor di Jawa. Nanti puncaknya yaitu Pekan Olahraga dan seni Juli di Semarang.

kirab Obor Api di Pati dimulai tanggal 9 s/d 14 Januari 2022. Menurutnya ini dilakukan sebagai kampanye yang minimal bukan hanya sekedar lewat. Tetapi, ditegaskan bahwa penyandang disabilitas itu ada dan berguna minimal untuk diri sendiri.

“Pasalnya, kita tidak bisa menutup mata selama ini kehadiran mereka dipandang sebelah mata. Sebagian orang menganggap tidak penting, menganggap jadi bahan tertawaan yang terkadang ini menjadikan berdampak minder mereka,” pungkasnya.