Polsek Tayu Kandangkan Enam Motor yang Terindikasi Untuk Balapan Liar

0
91
Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto SH MH (tiga dari kiri) dengan barang bukti enam unit sepeda motir yang harus dikandangkan.(Foto:SN/dok-ris)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ketimbang membuang-buang biaya hanya untuk kepentingan memodifikasi sepeda motor, dan akhirnya harus berurusan dengan polisi, lebih baik biaya tersebut untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat. Dengan demikian, banyaknya uang yang dihambur-hamburkan hanya demi kebanggaan bisa memenangkan balapan liar, tentu bukan sesuau hal membangkan.

Sebab, hasil dari apa yang mereka lakukan itu tidak sebanding dengan risiko yang harus mereka tanggung sebagai akibat balapan liar pada malam hari, sebagaimana dilakukan oleh kelompok remaja di Jalur Lingkar Tayu. Sebab, di ruas jalan tersebut baik pagi, siang maupu malam juga ramai oleh kendaraan yang melintas.

Karena itu, papar Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto SH MH, Sabtu (8/Januari) 2022 tadi malam (semalam) mulai pukul 23.00 sampai selesai, dia memimpin langsung sejumlah personel untuk melakukan operasi multi sasaran. Sehingga objek sasarannya tidak hanya apa yang ditemukan di lapangan, terindikasikan sebagai perbuatan yang melanggar atau membahayan keselamatan jiwa orang lain.

Selebihnya juga tak ketinggalan, sasaran lainnya adalah hal-hal yang menjadi bagian dari penyebab tumbuhnya penyakit masyarakat (pekat). ”Salah satu di antaranya adalah penjualan dan pengkonsumsi minuman keras (miras),”ujarnya.

Penurunan barang bukti sepeda motor yang terjaring operasi multisasaran, di Jalur Lingkar Tayu, dan terindikasi akan digunakan untuk balapan liar.(Foto:SN/dok-ris)

Akan tetapi, lanjutnya, saat personel yang dipimpin langsung menuju ke Jalur Lingkar Tayu, ternyata di tempat tersebut meskipun sudah pukul 23.00 suasana masih ramai,  dan kebanyakan anak muda yang bergerombol. Karena itu, mereka pun diminta bubar dan segera pulang ke rumah masing-masing, mengingat sampai saat ini masih berlangsung masa pandemi Covid-19.

Ternyata di lokasi tersebut pihaknya juga menemukan enam unit sepeda motor yang terindikasi untuk balapan liar, sehingga harus dengan cepat diamankan sebelum digunakan balapan yang memabahayakan keselamatan para pengguna jalan lainnya. Hal itu terlihat dari bentuk fisiknya, di mana sepeda motor itu sudah dimodifikasi untuk balap, karena tudak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Selebihnya, juga tanpa dilengkapi kaca spision, dan mesin juga sudah diganti, serta bagian ban pun diubah ukurannya menjadi ban kecil atau tidak standar lagi. Padahal, pihaknya sudah berkomitmen akan terus melakukan operasi dengan sasaran balap liar di jalur lingkar Tayu dan juga di jalur bawah, Tayu-Juwana.

Operasi tersebut harus dilaksankan dengan multi sasaran dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melintas pada malam hingga dinihari terutama pada malam minggu.”Hal tersebut juga dilaksanakan, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat dari balap liar itu,”tandas Aris Pristianto.