Pekerjaan Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I Tahun 2022 Tak Ada Kompromi

0
130
Rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi D.I yang sumber dananya dari Bank Dunia (Loan) Tahun 2021 yang selesai tepat waktu, adalah Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di antara sejumlah paket pekerjaan Rehabitasi Bendung dan jaringan irigasi Tahun  2021 yang sumber dananya bersumber dari Bank Dunia (Loan) hanya satu yang bisa selesai tepat waktu. Yakni, Bendung dan DI Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang biayanya mencapai lebih dai Rp 1 miliar.

Sedangkan paket pekerja dari sumber dana yang sama, seperti Cabean di Desa Guyangan, Kecamatan Winong, Pandi, di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, dan juga Blado, di Desa Jimbaran dan Bumirejo, kecamatan yang sama semua harus diberikan perpanjangan waktu. Bahkan, dua paket pekerjaan lainnya di Desa/Kecamatan Tambakromo dan juga di Desa Koripan, Kecamatan Gabus juga harus langsung putus kontrak.

Karena itu, ungkap Kepala Seksi (Kasie) Pembangunan Pengairan Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Pati, Upadito, untuk paket pekerjaan yang tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak ada lagi kompromi. Jumlah seluruhnya ada 9 paket yang sumber dananya juga sama, serta melanjutkan pekerjaan di beberapa lokasi yang tahun lalu sudah dikerjakan, tapi oleh rekanan pemenang tender waktu itu banyak yang terlambat.

Untuk paket tahun ini, kelihatannya semua rekanan pemenang tender semua baru, tapi tentang ketentuan pihaknya tidak kenal kompromi jika hari kalender pelaksanaan pekerjaan progresnya tidak bisa terpenuhi, konsekuensinya adalah langsung putus kontrak. ”Karena  itu, Kamis (28/Januari) 2022 hari ini, mereka kami hadirkan ke kantor untuk kami berikan penjelasan sedetail-detailnya, termasuk risiko yang harus mereka tanggung,” tandas Upadito.

Penataan lokasi sayap hulu Bendung Pandi dan juga jaringan irigasi itu, di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo Tahun 2021 yang terlambat, dan tahun ini mendapat alokasi lagi untuk lanjutan jaringan irigasi.(Foto:SN/aed)

Selain itu, komitmen untuk menuntaskan paket pekerjaan tersebut sesuai kontrak hari kalender juga dinilai penting, sehingga sembilan peket pekerjaan itu dilelang lebih awal. Tujuannya tak lain, agar rekanan sebagai pemenang tender segera mengurus kelengkapan yang disyaratkan, di antaranya jaminan pelaksanaan.

Jika paling lambat, awal bulan depan (Februari) 2022 sudah selesai dalam melengkapi syarat jaminan pelaksanaan, maka pihaknya akan langsung menandatangi kontrak dan dilanjutkan dengan pemberian surat perintah kerja (SPK). Paling lambat setelah sepekan sejak menerima SPK, maka semua rekanan yang bersangkutan harus sudah memulai melaksanakan pekerjaan di lapangan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dengan kata lain, pihaknya tidak mau mendengar alasan keterlambatan dalam melaksanakan pekerjaan karena faktor nonteknis. Jika hal itu yang selalu menjadi alasan, maka bisa dipastikan progres pekerjaan di lapangan tak bisa maksimal, dan kemudian harus bersiap-siap mendapat peringatan pertama, kedua, dan ketiga, serta harus berakhir dengan putus kontrak.

Adapun paket pekerjaan di Tahun 2021 yang tahun ini kembali mendapat alokasi pekerjaan lanjutan di antaranya adalah lokasi Bendung Cabean, Pandi, dan Blado untuk jaringan irigasi. ”Untuk paket pekerjaan lainnya, adalah Bendung Sumedang, di Winong, serta di Desa/Kecamatan Gabus, yang hari kalendernya harus sudah berakhir pertengahan April mendatang, atau maksimal selama 70 hari, kalender,”imbuhnya.