Anak SDN 03 Sukoharjo Bisa Kembali Bermain Ketoprak Semua Merasa Lega

0
151
Anak-anak SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa sebelum tampil untuk bermain ketoprak sempat berfoto bersama anak-anak berkebutuhan khusus yang ikut juga tampil membawakan tarian dalam Pekan Special Olympic Nasional (PeSOnas) di Pati, Kamis (13/Januari 2022 kemarin.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tampilnya anak-anak SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa Pati, di atas pangung seni pertunjukan ketoprak anak, paling tidak membuat semua pihak merasa lega. Sebab, anak-anak yang semula harus patah arang saat pertunjukan ketoprak yang dijadwalkan Sabtu (8/Januari) 2002 dilarang oleh Tim Covid-19 kecamatan setempat.

Akan tetapi, anak-anak hasil gemblengan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Angkatan V Tahun 2021, Nirwan Basuki yang bergabung dengan kegiatan anak-anak berkebutuhan khusus dalam Pekan Spesial Olympic Nasional (PeSOnas) yang sudah memasuki hari ke-5 di Pati. Acara tersebut, Kamis (13/Januari ) 2022 kemarin berlangsung di halaman belakang Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah III di Pati.

Bahkan salah seorang Panitia PeSOnas Jawa Tengah, Daniel, sempat memawancari beberapa anak SD tersebut yang harus bermain ketoprak. ”Rata-rata menyatakan, cukup senang sehingga tetap bersemangat,”ungkap Daniel yang mengetahui permasalahan batalnya pementasan ketoprak anak-anak itu pada Sabtu lalu.

Sementara menurut pembimbing dan sutradara seni pertunjukan tersebut, untuk menampilkan anak-anak ia membesut cerita ”Brubuh Kediri,” serial ”Senopati Ronggo Janur Lena.” ”Karena itu, kami pun merasa lega mengingat anak-anak yang semula sudah putus asa akibat gagalnya pementasan Sabtu malam (8/Januari) 2022 lalu tetap antusias, meski masih ada yang belum maksimal,”ujarnya.

Tari gambyong sebagai pembuka pertunjukan ketoprak anak oleh siswa/siswi SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kamis (13/Januari) kemarin.(Foto:SN/aed)

Terlepas dari hal tersebut, lanjut Nirwan Basuki, namanya saja anak-anak dia menyadari bahwa kemampuannya memang masih terbatas, sehingga dia pun sangat memahami. Karena itu, mereka harus selalu mendapat prioritas utama untuk selalu belajar dari banyak hal, termasuk di antaranya dalam berkesenian.

Kendati saat ini mereka belajar bermain ketoprak maupun menabuh gamelan serta menari, dan juga belajar kesenian lainnya, tentu ia tidak berharap agar anak-anak kelak menjadi seniman. ”Akan tetapi yang lebih penting, bahwa mereka sejak anak-anak sudah ditanamkan rasa cinta terhadap seni budaya leluhurnya,”imbuhnya.

Anak-anak SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, dengan pelatih gamelan Yono sebagai pengiring pertunjukan ketoprak anak dari SDN tersebut (atas). Ketua Panitia PeSONas Kabupaten Pati dari Disporapar Kabupaten Pati saat memberikan sambutan (bawah).(Foto:SN/aed)

Pihak lain yang juga merasa lega atas bisa diselenggarakannya pementasan ketoprak anak SDN 03 Sukoharjo masuk dalam rangkaian PeSOnas di Pati yang Jumat (14/Januari) 2022 hari ini adalah hari terakhir, tentu saja para emak-emak orang tua murid. Kendati Sabtu lalu batal tampil di desanya, mereka diberikan kesempatan untuk hadir mendampingi putra-putri.

Selebihnya tentu saja, kalangan guru SD yang bersangkutan karena merasa beban mereka atas batalnya pementasan ketoprak anak akhirnya terselesaikan. ”Waktu pembatalan terjadi, mereka kami tangisi karena semangat anak-anak yang luar biasa harus berakhir dengan kekecewaan, tapi sekarang sudah terobati,”ungkap salah seorang guru yang juga sangat bersemangat dalam mendokumentasikan kegiatan murid-murudnya itu.