Tanggul Bobol di Desa Margorejo; Perbaikannya Menunggu Bantuan Alat Berat dari DPUTR

0
111
Lokasi tanggul bobol di Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, terjadi di dua titik lokasi.(Foto:SN/dok-nang)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa selama ini dilewati dua alur kali, masing-masing Kali Masong yang berbatasan dengan alur Kali Bapoh. Karena itu jika tanggul kali yang disebut terakhir sampai bobol diterjang gelontoran luapan air dari hulu, maka genangan air akan luber memasuki perkampungan warga.

Akan tetapi, jika yang mengalami tanggul bobol di alur Kali Masong, maka luberan air akan menggenangi areal persawahan penduduk. Apalagi, kondisi alur kali itu selain sempit juga dalam sehingga tanggul yang membentenginya tentu cukup tinggi jika diukur dari dasar alur kali yang berhilir di alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana.

Terlepas dari hal tersebut, papar beberapa warga Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, beberapa hari lalu, ketika turun hujan deras, tanggul kali di desa setempat bobol di dua titik lokasi dengan kondisi cukup parah. ”Masing-masing yang satu titik lokasi bobol panjang 10 meter serta lebar 4 meter, dan satu lokasi lainnya bobol sepanjang 8 meter, lebar 4 meter,”ujar salah seorang di antara mereka Anang.

Penyediaan banyak karung plastik berisi tanah, untuk membendung tanggul yang bobol di Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa.(Foto:SN/dok-nang)

Menghadapi kondisi tersebut, lanjutnya, pihak pemnerintahan desa (Pemdes) setempat sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana. Selain itu juga ke DPUTR Kabupaten Pati, dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, untuk mengambil langkah dalam kondisi darurat tersebut.

Alternatif yang harus ditempuh secepatnya, yaitu warga akan bergotong-royong melaksanakan penanganan dengan membuat tanggul sementara dari karung plastik yang diisi dengan tanah. Jumlah yang disedikan untuk keperluan tersebut sudah cukup banyak, tapi pelaksanaan penempatannya di lokasi masih terkendala karena cuaca.

Jika cuaca cerah, maka gotong royong menempatkan karung-karung berisi tanah itu akan bisa secepatnya dilaksanakan. ”Pemdes juga sudah koordinasi dengan DPUTR agar bisa membantu dengan menurunkan alat berat ekskavator, karena jika hanya mengandalkan tenaga manual hasilnya tidak akan bisa maksimal,”imbuh Anang.