Satu dari Dua Nelayan yang Belum Pulang Diketemukan di Pulau Marongan Dalam Keadaan Meninggal

0
169
Kesibukan di Posko SAR Tunggul Wulung Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, sejak pagi hingga siang ini.(Foto:SN/dok-tw)
Kesibukan di Posko SAR Tunggul Wulung Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, sejak pagi hingga siang ini.(Foto:SN/dok-tw)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Satu di antara dua nelayan yang sejak berangkat melaut Sabtu (4/Desember) 2021 siang sekitar pukul 14.00 lalu, akhirnya Selasa (7/Desember) hari ini diketemukan sudah dalam keadaan meninggal. Sedangkan penemunya disebutkan adalah rekan  nelayan yang bersangkutan, dan ternyata keduanya tidak semua warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti.

Sebab, satu di antaranya berasal dari Desa Clering RT 01. RW 04, Kecamatan Donorojo, Jepara, bernama Soferul alias Erul. Sedangkan yang satunya lagi, Sunarji, warga Dukuh Tawangrejo, Desa Puncel, RT 06 RW 05 Kecamatan Dukuhseti yang saat itu keduanya berangkat melaut dalam satu perahu ”Sri Kawit” dari Puncel.

Ketua Tim SAR Tunggul Wulung, Mbah Ali alias Mbah Anggur, membenarkan hal tersebut, tapi sampai tadi pagi keduanya yang hilang diperkirakan sekitar perairan Mondoliko, Kecamatan Donorojo, belum juga ditemukan. Sehingga pihaknya harus kembali turun ke laut, untuk melakukan penyisiran yang ditargetkan sekitar perairan Banyutowo ke selatan sampai Tayu, Margotuhu, Pangkalan hingga ke Juwana.

Dalam kesempatan tersebut turun pula melakukan penyisiran Tim Basarnas gabungan dari Pati dan Jepara, dan bahkan yang disebut terakhir ada pula yang mendatangi Posko SAR Tunggulwulung. ”Sebab, sekitar pukul 10.00 ada berita bahwa satu di antara kedua nelayan tersebut ditemukan di sekitar perairan Marongan, ikut wilayah Rembang,”ujanya.

Akan tetapi, lanjutnya, siapa nelayan yang ditemukan belum jelas identitasnya, apakah itu Sunarji atau Irul. Hanya saja, keluarga Irul bersama Tim Basarnas Jepara segera menuju ke Polairud di Juwana, tapi jenazah yang ditemukan sudah dijemput ke lokasi menggunakan perahu karet oleh personel dari jajaran Polairud.

Hanya saja, besar kemungkinan jenazah yang ditemukan adalah Sunardji, karena tim nelayan dari Puncel, Senin (6/Desember) 2021 ada yang melakukan pencarian dan penyisiran ke kawasan perairan pulau tersebut. ”Kendati demikian, kami tidak harus menduga-duga atau berspekulasi, siapa di antara dua nelayan yang sejak Minggu (5 Desember) 2021 lalu belum pulang ke rumahmasing-masing.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Satpolairud di Juwana, Iptu Sutamto SH, ketika ditanya berkait hal tersebut membenarkan, bahwa sekitar pukul 10.00 tadi pagi pihaknya mendapat informasi telah ditemukan satu jenazah di sekitar perairan Pulau Marongan. Akan tetapi penemuan jenazah oleh teman nelayan sendiri itu, belum diketahui secara pasti identitasnya.

Dengan kata lain, identitas dari jenazah tersebut memang belum diterima pihaknya, sehingga belum bisa menyebutkan secara rinci, tapi yang jelas penjemputan dengan perahu karet sudah dilakukan personel jajarannya. ”Nanti jika jenazah tersebut sudah tiba di Polairud, kami baru melakukan identifikasi, atau paling tidak ada pihak keluarga yang mengenailinya,”imbuh Iptu Sutamto.