Relawan Tunggul Wulung Bantu Bersihkan Puing Rumah Roboh di Dukuhseti

0
67
Sejumlah relawan Tunggul Wulung yang bermarkas di Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Senin (1/November) tadi pagi membantu membersihkan puing rumah roboh di desa setempat.(Foto:SN/dok-ali)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beberapa waktu lalu relawan dan Tim SAR Kebencanaan yang bermarkas di Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Pati sudah mengingatkan bahwa menjelang datangnya musim hujan hendaknya warga di kawasan pantai ini hendaknya waspada dan ekstra hati-hati. Sebab, hal itu akan dimulainya musim pancaroba, atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Dengan demikian di kawasan pantai akan berlangsung angin kencang dari barat laut, atau yang dikenal dengan musim baratan. Sedangkan di sisi lain, laut di pesisir utara Jawa ini juga disertai bertiupnya angin kencang, sehingga para nelayan bila turun melaut hendak juga berhati-hati karena terjadinya perubahan iklim tersebut.

Ternyata, dampak dari perubahan cuaca atau iklim tersebut justru menimpa warga Desa/Kecamatan Dukuhseti, Candra, di wilayah RT 6 RW 4. ”Sekitar pukul 00.30, Senin (1/November) 2021 dini hari rumah yang bersangkutan roboh diterjang bertiupnya angin kencang yang juga disertai turunnya hujan,”papar Ketua Tim SAR dan Relawan Tunggul Wulung, Mbah Ali alias Mbah Anggur.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, menyerahkan bantuan logistik untuk warga Desa/Kecamatan Dukuhseti yang rumahnya roboh diterjang angin.(Foto:SN/dok-ali)

Akibatnya, lanjut Mbah Ali, rumah berukuran 6 X 8 meter dengan dinding bata yang belum diberi pelapis atau diplaster, dan berapa genting tersebut roboh porak-poranda. Akan tetapi dalam musibah itu tidak sampai terjadi korban jiwa, tapi kerugian material ditaksir Rp 50 juta, sehingga begitu mendapat informasi tersebut pagi-pagi sudah mempersiapkan diri.

Bersama sejumlah tim relawan yang beberapa waktu lalu juga sebagai tim pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 Pati utara, pihaknya menuju lokasi rumah salah seorang warga di desanya yang roboh rata tanah. Melalui upaya bersih-bersih ini, tentu masih ada meterial bangunan seperti kayu yang tidak sampai mengalami patah maksimal, tentu masih bisa dimanfaatkan.

Karena itu, timnya segera turun tangan dan membersihkan puing-puing, dan memilah kembali material yang masih bisa dimanfaatkan. ”Paling tidak dari sisa-sisa material itu masih bisa dimanfaatkan untuk mendirikan kembali rumah sementara, agar sebelum berlangsungnya musim hujan yang biasa bercuaca ekstrem untuk rumah sementara sudah siap,”imbuhnya.