Persijap Yunior Absen di Piala Suratin 2021

0
108
Ketua Askab PSSI Kabupaten Jepara, Nur Azis.(Foto:SN/dok/hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Dalam perhelatan Piala Suratin Tahun 2021, Persijap Yunior akhirnya memutuskan tidak ikut ambil bagian, karena Asprov PSSI Jateng memberikan informasi tersebut sangat mepet. Pendaftaran hanya sekitar lima hari dari tanggal pengumuman, dan tanggal 24 November 2021 sudah penutupan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Askab PSSI Jepara, Nur Azis, Jumat (26/November) 2021 kemarin saat dihubungi berkait dengan absennya Persijap Yunior dalam kompetisi Suratin Cup Tahun 2021. Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan kompetisi dilaksanakan secara home  turnamen, sehingga tiga klub menjadi satu grup, dan itu sudah didiskusikan di Asprov PSSI .

Dengan demikian, jika kegiatan ini diikuti maksimal 24 klub se-Jawa Tengah, maka pembiayaan pendaftarannya sekitar Rp 14.500.000. ”Jadi kalau dihitung-hitung, dalam sekali main klub membayar Rp 7.500.000, karena dalam satu grup tiga klub dan hanya dua kali pertandingan,”ujarnya.

Karena itu, menurutnya, selama ini tidak pernah ada membayar pendaftaran sampai Rp 14.500.000, karena Asprov sendiri hari ini keuangannya nol, tidak ada uang sama sekali untuk kegiatan Suratin. Sampai kemarin, Asprov pun belum melaksanakan TM.

Sedangkan Askab PSSI Jepara, sebenarnya sudah berupaya untuk bisa berkomunikasi dengan Ketua Umum KONI. Namun anggaran KONI memang tidak dianggarkan, dan penganggaran hanya untuk kompetisi pra musim, kompetisi festival anak-anak dan untuk bantuan wasit yang bersertifikat agar bisa berangkat lesensi, dan bantuan untuk pengawasan pertandingan serta penguatan SDM di klub-klub.

Jadi untuk Suratin tahun ini, kita sepakati tidak ikut dan kita sudah persiapkan untuk tahun depan, dan kita sudah dapat pusat latihan (Puslat). Puslat tersebut akan dilaksanakan mulai Januari s/d Desember 2022, di situ ada U-15, U-17 dan U-21 persiapan untuk Pemprov Tahun 2023.

Secara kelembagaan, tambahanya, Askab atau KONI  memang tidak bisa membiayai Piala Suratin dari sisi pertanggungjawabkan keuangan atau SPJ. Karena undangan yang diberikan kepada pihaknya, adalah untuk Persijap yang merupakan klub profesional yang memang tidak boleh dibantu.

Ia juga mengungkapkan, untuk tahun ini sebenarnya sudah bicara dengan pihak Persijap, tapi mereka kelihatannya tidak begitu respons terhadap Askab PSSI. Padahal selama ini, pihaknya yang membina anak-anak mulai dari U-10 sampai U-21, termasuk juga Suratin, sehingga bibit-bibit Jepara itu ada pada pihaknya.

Jika Persijap memang tidak bisa menerima sebagai pemain, terpaksa anak-anak dititipkan ke klub-klub Liga 3 di Jawa Tengah. Lain halnya kalau Persijap mendaftarkan sendiri Liga 3 dengan nama baru, untuk mewakili Jepara, maka anak-anak pakai untuk Liga 3 sendiri.

Sebab, secara kelembagaan Persijap itu adalah klub profesional yang tidak bisa dibiayai oleh negara, sehingga selain Persijap juga terdapat sekitar 90 klub yang ada di Jepara. ”Klub ini adalah tempat bibit-bibit muda dibina, dan jumlahnya sangat banyak. Harapan kami, Jepara memiliki tim untuk Liga 3 yang bisa menampung anak-anak di klub, sehingga Jepara bisa mengikuti roda kompetisi di tingkat Jawa Tengah dan tingkat nasional,”tandasnya.