Pengelolaan Tidak Jelas, Bumdesma Pati Diminta Kembalikan Saham

0
341
Pengelolaan dari Bumdesma tidak jelas, modal diminta dikembalikan pemilik saham

SAMIN-NEWS.com, PATI – Keuntungan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kabupaten Pati dipertanyakan masyarakat. Dari awal pendiriannya, hingga kini Bumdesma tidak mampu memperoleh keuntungan yang dibagikan (dividen) kepada pemilik saham.

Komunitas yang tergabung Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) meminta audiensi bersama sejumlah pengurus Bumdesma dan jajaran pengurus PT Maju Berdikari Sejahtera Bersama (PT MBSP) yang sahamnya dimiliki 159 desa.

Salah satu yang tergabung dari Gerak adalah Koordinator Pemantau Korupsi dan Pemerintahan (PKP), Anton menyatakan langkah audiensi ini mempertanyakan keuangan Bumdesma untuk menyelamatkan keuangan negara.

“Dari rekan-rekan mempertanyakan kejelasan kehadiran Bumdesma terkait dengan aturan beserta keuangan. Dan anggaran sejumlah 5,1 miliar,” ungkapnya.

Anton menyebutkan anggaran ini dikelola oleh PT MBSP. Kemudian yang jadi pertanyaan mengapa hingga sekarang belum pernah mendapat keuntungan sesuai yang dijanjikan. Maka, pihaknya meminta modal yang telah dikirimkan tersebut agar dikembalikan kepada masing-masing desa.

“Dikembalikan ke desa-desa, mampu kok anggaran itu dikelola sendiri oleh desa,” tegasnya.

Di saat yang sama, Direktur PT MBSP Reza menjelaskan awal berdirinya, sejak tahun 2019 bersepakat membentuk usaha bersama, di bidang kesehatan. Dan pihaknya mengkalim melaporkan administrasi keuangan kepada pemegang saham.

“Selama berdiri, (laporan) mulai tahunan, bulanan hingga triwulan tahun 2020 sekitar bulan 6, itu dihadiri oleh 159 desa,” ujarnya.

Akan tetapi, pernyataan tersebut tidak sesuai data yang valid. Pasalnya diinformasikan bahwa laporan rutinan tersebut dihadiri oleh 159 desa. Padahal, tidak semua desa mengirimkan saham kepada Bumdesma.

Disangkal pimpinan sidang, “Kenapa kok 159 desa bukan hanya yg telah membayar 154 desa”.

Sementara, pemilik saham tidak sepenuhnya menyetorkan saham dibenarkan oleh Ketua Bumdesma, Yanto.

“Benar Bumdesma terdiri dari 159 desa, tapi yang setor yang diterima hanya dri 154,5 desa belum setor jadi Terkumpul 4,90 miliar,” terangnya.