Inilah Akses Jalan Ke LI Jika mulai Musim Penghujan

0
81
Kondisi akses ruas jalan dari dan ke kompleks ”Lorong Indah” (LI), di Desa/Kecamatan Margorejo, Pati yang tidak indah.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, BERTAHUN-tahun sejak kompleks ”Lorong Indah” (LI) di Desa/Kecamatan Margorejo ada sekitar awal 1999, kondisi akses ruas jalan dari dan ke lokasi tersebut bila musim hujan banyak terdapat kubangan air. Akan tetapi anehnya, kondisi ruas jalan seperti itu bagi para lelaki yang hendak membuang ”limbah” sewaktu-waktu ke lokasi itu, ternyata tidak pernah mempedulikan seperti melintas di ruas jalan yang beraspal mulus.

Kondisi akses ruas jalan di ”Lorong Indah” yang tak seindah gambaran atau angan-angan lelaki yang pada awalnya belum pernah berkunjung, ternyata sesudah itu menjadi tertarik sehingga menjadi berulang-ulang mendatanginya. Dengan demikian, kompleks LI pun berkembang banyak pengunjung meskipun berlokasi di tengah areal persawahan yang akhirnya para pemilik usaha ”pelesiran” harus menghentikan kegiatan usahanya, menyusul ditutupnya lokalisasi tersebut oleh Pemkab Pati.

Untuk penutupannya, papar ketua RT di LI, Mastur, sampai sekarang sudah berlangsung dua bulan dan jika dihitung bersamaan dengan penutupannya karena larangan masa pandemi Covid-19 sudah lebih dari tiga bulan. ”Menyangkut ruas jalan sepanjang hampir dua kilometer memang sengaja dibiarkan seperti itu, sehingga para penghuni memang sengaja tidak meningkatkannya dengan pengaspalan,”ujarnya.

Sekarang ada pemandangan yang berubah berkait akses ruas jalan ke LI karena ada pihak yang menutupnya dengan material bekas kerukan aspal yang biasa kita lihat di jalan raya provinsi maupun nasional.(Foto:SN/aed)

Sebab, lanjutnya, untuk kepentingan akses ruas jalan itu dalam upaya pemeliharaannya selama ini dibagi dua, di mana yang pertama untuk sebagian dilakukan oleh kelompok personel yang ngepos di ujung masuk LI. Yakni, kelompok pengojek yang memungut para pengunjung yang masuk berkendara mobil, atau pengunjung yang keluar dengan membawa penghuni perempuan dari LI, dan meskipun yang terakhir ini tidak diminta tapi yang perempuan tetap memberinya.

Hal tersebut berlangsung selama kompleks LI buka, dan untuk peningkatan perkerasan ruas jalan yang dari perempatan lokasi peternakan ayam ke selatan menjadi tanggung jawab pemilik usaha di LI. ”Akan  tetapi sakarang sudah tidak ada lagi sejak LI ditutup, sehingga kelompok yang bertugas di ujung lorong juga sudah tutup,”tandasnya.

Menjawab pertanyaan, Mastur menegaskan, dia sama sekali tidak mengetahui ada pengurukan akses ruas jalan dengan bekas kerukan aspal jalan mulai dari utara mapun selatan perempatan. ”Karena di lokasi perempatan tersebut ada peternakan ayam, barangkali yang melakukan hal tersebut adalah pemilik usaha itu,”imbuhnya.