Kunjungan ”Politik” ke Makam Astana Jatisari Juwana

0
121
Gerbang dan sumur tua di kompleks makam Astana Jatisari, tempat disemayamkannya sejumlah Bupati Juwana.(Foto:SM/aed)

SAMIN-NEWS.com, SAMPAI saat ini salah seorang pengurus yayasan Suro Wikromo yang mengelola makam Astana Jatisari, di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Raden Samudi, belum juga bersedia membuka teka-teki ”politis.” Yakni, berkait dengan siapa calon pemimpin Pati ke depan (2024-2029) kecuali hanya menegaskan, bahwa untuk hal itu belum mau bergeser dari kawasan Pati timur, utamanya timur alur Kali Juwana.

Selebihnya, yang bersangkutan juga hanya menyebutkan bahwa dalam konteksi tahun politik nanti ada hal-hal yang menjadi kejutan untuk Pati. Akan tetapi, hal itu juga ditegaskan belum saatnya untuk disampaikan secara terbuka kepada khalayak, dan bahkan yang terakhir beberapa hari lalu sudah ada kunjungan ”politis” ke kompleks makam tempat disemayamkannya eyang-buyut  Bupati Juwana, baik Kyai Hadi Pati Mangkudipuro I, II, dan III.

Akan tetapi, lagi-lagi Raden Samudi juga tidak menyebutkan siapa yang melakukan kunjungan ”politis” dimaksud, hal tersebut mengingat yang bersangkutan juga menolak untuk menyebutkan identitasnya.”Bahkan waktu kami minta untuk mengisi buku tamu juga sama sekali tidak bersedia, sehingga hal tersebut kembali menjadikan tanda tanya bagi kami,”tandasnya.

Berkait dia bisa menangkap  kunjungan ”politik” yang bersangkutan, banyak mengarah pada pertanyaan seperti siapa jika wilayah Pati timur nanti ada yang mencalonkan diri sebagai Bupati Pati. Dengan kata lain, orang tersebut kehadirannya pun menjadi teka-teki, apakah orang mempunyai kepentingan akan mencalonkan diri atau hanya sekadar diminta melakukan pengecekan kondisi sejak dini.

Sedangkan sosok dimaksud, juga bukan warga yang bertempat tinggal di Juwana dan sekitarnya karena dari logat bicaranya juga bukan berasal dari Pati. Dengan demikian, bagi dia kunjungan orang itu dianggap sebagai orang yang dimintai tolong pihak lain, agar tidak terlalu dini keberadaan, maksud dan tujuan orang yang menyuruh diketahui orang lain.

Hanya saja yang membuat dia tak habis berpikir, adalah ternyata pihak yang melakukan kunjungan ”politik” ke makam Astana Jatisari ini, bukan hanya satu orang. ”Bahkan dalam sepekan terakhir ini sudah ada tiga orang, tapi semua masih tidak mau terbuka, dan semuanya menolak untuk mengisi buku tamu, konon tujuannya hanya berziarah,”imbuhnya.