Sunatan Massal Yayasan Subur Makmur Sejahtera

0
45
Ketua Yayasan Subur Makmur Sejahtera, Subur Wahyudi saat menyerahkan bingkisan kepada anak-anak pengantin sunat, Minggu (26/September) 2021 kemarin.(Foto:SN/dok-yud)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bertempat di Rumah Makan (RM) Mbok Jijit Kayen, Pati, Minggu (26/September ) kemarin, banyak anak-anak diliputi rasa cemas dan was-was. Sebab, sebentar lagi mereka harus disunat yang pelaksanaannya merupakan kerjasama antara Yayasan Subur Makmur Sejahtera dengan Griya Sehat Al-Fatih.

Akan tetapi, papar ketua yayasan yang bersangkutan, Subur Wahyudi, pihaknya mampu menjelaskan kepada anak-anak pengantin sunat tersebut, bahwa hal yang selama ini digunakan orang tua untuk menakut-nakuti anaknya yang nakal, akan disunat, dijamin tak bakal terjadi, yatitu sakit yang luar biasa. Bahkan, ada panitia yang menantang mereka untuk melakukan hal-hal ekstrem yang tak lazim sekali pun pasca-sunat.

Jika tidak percaya, dan ini memang bukan karena hal-hal mistis tapi mereka disuruh membuktikan sendiri, semisal melakukan loncatan-loncatan, berlari, dan beberapa hal ekstrem lainnya. Selain itu, yang namanya pantangan juga tidak berlaku dalam metode sunatan ini, sehingga setelah disunat anak-anak pun bebas makan apa saja, dan melakukan kegiatan apa saja, serta tidak ada yang menangis.

Dengan demikian, nanti tidak ada cerita semalaman harus ngipasi anak-anak yang habis disunat, dan itu bukan hanya sesaat melainkan seterusnya. ”Insya Allah anak-anak akan tetap tenang, ceria, dan semua nanti malam tidak ada yang melekan /lembur ngipasi,”selorohnya.

Metode sunat modern ini, lanjut dia, diklaim sebagai sunat tanpa menggunakan jarum suntik, tanpa jahit sehingga pasca-disunat si buah hati langsung bisa beraktivitas. Hal tersebut diamini oleh Willydan, Owner Griya Sehat Al-Fatih, dan menurutnya, usai mengikuti metode sunat Super Ring ini, nantinya anak-anak juga tidak harus kontrol ke dokter.

”Sekitar 8 hari pascasunat, ring yang berada di alat kelamin si anak yang disunat akan lepas  dengan sendirinya,”papar Willydan yang sehari-hari juga menjadi tenaga medis di salah satu Rumah Sakit ternama di Kota Pati.

Sementara itu, salah satu peserta sunatan massal, Fabian saat ditanya mengaku senang dan nyaman ikut dalam sunatan ini dengan menggunakan metode yang dikenalkan Yayasan Subur Makmur Sejahtera. ”Senang sekali ikut sunatan ini, karena tidak sakit, dan waktu disunat kayak digigit semut sehingga selesai itu langsung memakai celana dalam kemudian celana pendek,”ujarnya.

”Akan tetapi waktu menunggu antrean, memang sempat deg-degan karena takut, dan itu hanya sebentar,”imbuhnya.

Setiap tahun, memang banyak anak usia sekolah dari kalangan yatim piatu dan dhuafa di Kota Pati dan sekitarnya yang secara ekonomi tidak mampu membiayai sunat anak-anaknya. Karena itu, Yayasan Subur Makmur Sejahtera, mencoba mengambil peran untuk bisa membantu anak yatim, piatu dan dhuafa yang kurang mampu dari segi biaya, dan disunat melalui program sunatan massal.

Untuk kali ini, ada sebanyak 19 anak yatim, piatu dan dhuafa dari penjuru Kota Pati yang ikut dalam sunatan massal tersebut. ”Program ini akan terus dikembangkan untuk membantu lebih banyak masyarakat yang kurang mampu, tapi putra-putranya jangan sampai terlambat disunat,”tambah Subur Wahyudi.