Sudah Duapuluh Orang Bertanya Soal Bupati Pati Ke Depan dari Wilayah Timur

0
220
Salah seorang pengurus Yayasan Suro Wikromo Juwana. Raden Samudi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam waktu sepekan terakhir sedikitnya sudah ada 20 orang yang menanyakan dan ingin tahu berkait dengan Bupati Pati ke depan, atau pada periode 2024 -2029 mendatang. Selain dari kalangan warga Juwana sendiri, ternyata ada pula yang berasal dari luar Juwana, dan yang disebut terakhir pertanyaannya disampaikan lewat telepon, tapi ada yang menambhkan pula akan datang langsung ke Juwana.

Karena itu, ungkap salah seorang pengurus Yayasan Suro Wikromo Juwana yang menaungi Makam Astana Jatisari Bupati Joewana yang tak lain dalah para ”Putu-Wayah” di seluruh Indonesia, Raden Samudi, jawaban yang disampaikan adalah sebagaimana dibeberkan kepada awak media, Samin News. Yakni, sesuai dari hasil komunikasi melalui terawang bathin dengan Eyang-Buyut Adipati Joewana Mangkoedipoero II memang seperti itu.

Maksudnya, bahwa Bupati Pati ke depan memang belum mau beranjak dari kawasan wilayah Pati timur, utamanya dari timur alur Kali Juwana yang disebut juga sebagai Bengawan Silugonggo. ”Apa yang pernah diungkapkan itu bukanlah hasil kami dalam meramal atau memprediksi hal-hal yang belum terjadi, melainkan semata-mata sebagai bentuk gambaran gambaran nyata, sehingga semua tergantung yang menyikapinya,” tandasnya.

Dengan kata lain, lanjutnya, mau percaya dipersilakan atau jika mempunyai pendapat sebaliknya juga sah-sah saja, karena semua memang belum ada bukti dan nyatanya. Karena itu, jika sudah ada yang mempertanyakan hal tersebut juga sah-sah saja, sehingga sebagai jawaban pihaknya juga menegaskan hal tak jauh berbeda.

Sedangkan perbedaan nanti akan terjadi, adalah bila calon yang dari timur Bengawan Silugonggo itu tetap harus mengacu pada putusan leluhur Raci dan Pekuwon, yaitu Bupati Juwana masa (1790-1798), Mas Tumenggung Suro Hadi Wikromo. Jika tidak ada calon yang tampil, maka kesempatan baru beralih untuk yang di sisi barat Bengawan Silugonggo,

Masalahnya, jika dari timur dan barat Bengawan Silugonggo tidak ada yang tampil sebagai calon, maka barulah Pati akan beramai-ramai menampilkan bakal calon sebagai jago masing-masing. Yakni, baik dari Pati selatan, barat, dan juga Pati utara, tapi sepanjang Pati timur masih ada calonnya maka penguasa pemerintahan Pati tetap dari kawasan Pati timur.

Menjawab pertanyaan, Raden Samudi menambahkan, jika dari kawasan Pati timur sudah muncul selentingan adanya sosok yang akan tampil sebagai calon Bupati Pati periode 2024-2029 dari kalangan perempuan, hal itu juga lebih baik. ”Artinya meskipun baru selentingan, tapi sudah ada yang berminat, siapa tahu itu nanti berkelanjutan,” ujarnya.