Petani di Kawasan Jaringan Irigasi Jratunseluna Bersiap Mengolah Lahan

0
26
Jaringan primer Klambu-Gebang irigasi Jratunseluna yang menuju ke kawasan Pati selatan, mulai dari Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Kecamatan Gabus.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati gelontoran air dari jaringan irigasi primer Jratunseluna yang menuju ke kawasan Pati selatan melalui Klambu-Gebang, tapi para petani di kawasan tersebut baik di Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Kecamatan Gabus, kini bersiap-siap turun ke sawah menggarap lahannya. Dengan harapan, tepat di awal Oktober mendatang persiapan tanam pada musim tanam (MT) pertama, Oktober-Maret (Okmar) benar-benar bisa tepat dimulai.

Apalagi, saat ini, papar para petani secara terpisah, mereka sedikit lebih diuntungkan karena kendati terhitung masih musim kemarau tapi hujan deras kadang-kadang juga turun. Sehingga hal itu, bisa membantu para petani untuk memulai membajak lahan persawahannya, paling tidak dengan menggunakan traktor areal persawahan yang sudah pernah diguyur hujan paling tidak kondisi tanahnya lebih lunak.

Dalam kondisi seperti itu, jika nanti gelontoran air dari jaringan irigasi benar-benar sudah memasuki ke lahan-lahan, maka tinggal mempersiapkan tempat persemaian. ”Sambil menunggu bibit padi sudah cukup umur, maka kami dan petani yang lain bisa kembali mengolah tinggal menggunakan cangkul sekali menata pematang yang rusak, sehingga benar-benar bersih tidak untuk sarang tikus,” Suroto (44), salah seorang petani, di Dukuh Panasan, Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo.

Jaringan irigasi primer Klambu-Gebang yang berlokasi antara Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen dan Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.

Jika dalam pelaksanaan awal tanam atau MT pertama bisa serentak jatuh pada bulan  Oktober 2021, maka harapan untuk bisa panen serentak pada Maret 2022 bisa diwujudkan. Hal tersebut yang menjadi kendala, biasanya saat musim tanam ini para petani selalu dihadapkan pada kondisi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sering muncul.

Untuk kesulitan lainnya, bagi para petani di kawasan sisi selatan alur Kali Juwana, mulai kawasan hulu hingga hilir di Kecamatan Gabus, dan juga Jakenan, adalah ancaman banjir rutin kiriman antara Desember atau Januari karena curah hujan cukup tinggi. Akibatnya tanaman padi yang tinggal menunggu umur untuk dipanen pun terendam air, sehingga bagi para petani kondisi tersebut sudah menjadi bagian yang tak bisa dielakkan.

Karena itu, jika bisa serentak tanam di bulan Oktober maka maka di bulan Januari 2022 minimal tanaman sudah siap panen. ”Dengan demikian, tinggal harapannya adalah pada bulan tersebut tidak terjadi luapan air di alur Kali Juwana yang menyebkan terendamnya tanaman padi para petani di sisi selatan kawasan alur kali tersebut,” ujar petani lainnya, Yadi, di Dukuh Pancamulyo, Desa Gadudero juga di kecamatan yang sama.