Mau Nyalon Bupati Pati? Lebih Baik Istikomah Mulai Sekarang

0
462
Tahapan finishing gerbang makam Astana Jatisari, di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, tempat dimakamkannya para Bupati Juwana, tinggal pengecatan dan pembenahan yang masih kurang.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam komunikasi intensif melalui terawang bathin dengan leluhur, khususnya almarhum  Adipati Juwana, Kanjeng Kyai Hadipati Mangkudipuro II, bagi siapa saja warga di Kabupaten Pati yang hendak mencalonkan diri sebagai  pemimpin daerahnya diingatkan. Yakni, siapa saja agar saat ini lebih baik selalu istikomah mengingat rentang waktu pelaksanaannya masih cukup lama.

Selain istikomah, ada hal yang tak kalah penting, yaitu jangan menghambur-hamburkan uang dengan alasan apa pun sebagai bentuk persiapan penggalangan dukungan. Sebab, sampai sekarang belum ada  perubahan gambaran bahwa untuk jabatan Bupati Pati periode mendatang tetap belum mau beranjak dari kawasan wilayah timur, utamnya sisi timur alur Kali Juwana.

Jika dari kawasan tersebut memang saat ini sudah ada warga yang berminat, papar salah seorang pengurus Yayasan Suro Wikromo Juwana, Raden Samudi, semua dukungan atas pencalonannya akan menyatu. ”Berbeda jika dari timur alur Kali Juwana tidak ada, maka yang mencalonkan diri harus dari sisi barat alur kali tersebut,”ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, jika calonnya dari barat alur kali yang juga dikenal dengan nama lain sebagai Bengawan Silugonggo tersebut, pemberi dukungan masih ada yang belum seluruhnya menyatu seperti jika yang mencalonkan diri dari timur kali. Hanya saja, hal tersebut akan memunculkan sikap lain jika bakal calon yang tampil adalah sosok dari kalangan perempuan, sehingga posisi tawarnya akan mempunyai daya tarik tersendiri.

Mengingat rentang waktu penyelanggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati masih relatif lama, maka jika hal tersebut ada perubahan, informasinya tetap akan disampaikan secara terbuka dan apa adanya. Karena itu, sikap dan perilaku istikomah memang harus benar-benar menjadi perhatian bagi siapa saja  yang memang berkeinginan menjadi pemimpin di Pati.

Dalam kesempatan sama, Raden Samudi juga menambahkan sebagai pengurus yayasan yang menaungi pengelolaan makam Astana Jatisari, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pati atau pihak Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. ”Atas bantuannya, gerbang makam kini sudah selesai dibangun tapi masih ada yang kurang, yaitu penataan pagar depan dan tembok pagar samping,”imbuhnya.