Jalan Tembus Kaliampo-Sokobubuk Capai Panjang 7,6 Kilometer

0
138
Tim survei rencana pembangunan jalan tembus Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo ke Sokobubuk di wilayah kecamatan sama tengah menentukan elevasi menggunakan alat pengukur tanah ''thedolite.''(Foto:SN/dok-cip)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dengan menghabiskan waktu selama empat hari berturut hingga hingga Kamis (23/September) 2021 hari ini, akhirnya tim survei dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, akhirnya berhasil menentukan panjang ruas jalan tembus Kaliampo, Desa Wangunrejo-Sokobubuk, keduanya di Kecamatan Margorejo. Yakni, jika semula akan mengambil panjang ruas jalan itu 5 kilometer lebih, akhirnya arus diubah dengan mendapatkan panjang maksimal 7,6 kilometer.

Sebab, hanya pada lajur ruas jalan sepanjang itu kondisi ruas jalannya akan lebih aman karena nanti saat dikerjakan oleh rekanan pemenang tender tidak melintasi jalur yang ekstrem. Dengan demikian, hal itu berbeda jika dibanding megambil posisi lurus sampai ujung pertigaan depan madrasah di Sokobubuk, di mana ada lokasi yang ruas jalannya nanti akan begitu ekstrem sehingga akan menghadapi banyak kesulitan jika dari perencanaan dilanjutkan dengan pelaksanaan.

Karena itu, papar salah seorang personel tim survei yang bersangkutan, Cipto, pihaknya sepakat untuk membelokan arah ruas jalan dari lokasi pertengahan menuju lima kilometer ke utara ganti ke arah barat laut. Ternyata kondisinya landai-landai saja dan tidak terlalu ekstrem, dan titik akhir dengan panjang seluruhnya mencapai 7,6 kilometer tersebut, tepat pada batas akhir jalan rigid Sokobubuk. ”Tepatnya di sebelah kanan balai desa setempat, sehingga banyak manfaat yang bisa diakses melalui lokasi jalan dimaksud,”ujarnya.

Tim survei lainnya tengah mengukur panjang dan lebar ruas jalan tembus tersebut, antasa Kaliampo -Sokobubuk.(Foto:SN/dok-cip)

Dari lokasi batas panjang 7,6 kilometer itu, lanjutnya, maka para pengguna jalan nanti akan bisa melintas dari Kaliampo lewat kawasan perbukitan Patiayam itu bisa langsung menuju ke lokasi sasaran yang dipilih. Terdekat adalah ke Goa Patiayam yang barangkali selama ini banyak warga yang hanya mendengar namanya, tapi belum pernah datang ke lokasi goa yang konon juga disebut-sebut angker itu.

Bahkan di kawasan lingkungan goa itu juga konon ada pasar para bangsa lelembut, dan ceritanya pasar itu disebut sebagai Pasar Gremeng. Sebab, terdengar suara ramai orang di pasar, tapi di mana letak pasarnya kecuali hanya disebutkan di sekitar kawasan Goa Patiayam, sehingga nantinya setelah dibuka akses jalan tembus Kaliampo-Sokobubuk, pasti akan banyak warga yang ingin melihat langsung ke lokasi.

Selain objek lokasi tersebut, para pengguna jalan juga bisa menuju ke Museum Gajah Purba di Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. ”Selain itu, bagi yang hendak menuju ke lokasi Waduk/Embung Kaligung juga bisa lewat jalan tembus itu jika nanti sudah selesai dibangun oleh Pemkab Pati, sehingga untuk keperluan tersebut warga tidak perlu harus lewat di jalur ruas jalan nasional Pati-Kudus,”imbuhnya.