Kemarin Pati Nol Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
50
Mobil boks yang membawa Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati tentu dirasakan amat panas oleh tim, sehingga mereka baru memakai APD setelah tiba di lokasi pemakaman, tapi mobil tersebut sudah jarang digunakan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kabar sebagaimana disampaikan Bupati Haryano yang dikopi paste sejumlah media menyebutkan, bahwa angka kematian pasien Covid-19 di Pati semakin menurun. Menyikapi kondisi tersebut, maka hal-hal mendasar yang harus dilakukan seluruh warga adalah tetap waspada,  agar jangan sampai kembali terjadi penyebaran virus itu.

Dengan kata lain, berkurangnya warga yang meninggal karena Covid-19 saat harus disikapi dengan arif dan juga rasa syukur, karena Pati masuk kategori paling lama dalam menghadapi masa pandemi ini. Sehingga mulai berkurangnya warga yang meninggal tentu diambil hikmahnya, dan harus juga diterima sebagai berkah.

Semetara itu dalam kesempatan tengah rileks, Koordinator Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Khayun Fulanun memaparkan, bahwa sebagai pribadi dan juga tim bersama para anggotanya, tentu ikut merasa lega. ”Apalagi jika kondisi wilayah Pati utara dan selatan sudah nol pemakaman standar protokol Covid-19,” ujarnya.

Seperti Kamis (26/Agustus) 2021 kemarin, misalnya, lanjut dia, mulai dari pagi, siang, sore hingga malam benar-benar nol pemakaman. Demikian pula, Jumat (27/Agustus) hari ini, sejak pagi juga belum ada permintaan dari pihak rumah sakit kepada timnya, untuk memakamkan jenazah standar protokol tersebut, sehingga paling tidak hal itu memunculkan rasa opimistis.

Karena itu harapan berikutnya, tentu agar siang hingga sore dan malam hari timnya maupun tim Pati utara tidak lagi melaksanakan tugas pemakaman. Kodisi tersebut juga diharapkan tidak terjadi pada malam harinya (nanti malam), dan tentu sesudah itu tidak ada lagi pemakaman, mengingat hal itu sudah berlangsung cukup lama.

Jika hal tersebut benar-benar terwujud, maka paling tidak warga Pati bisa mengatur kondisi diri sendiri, utamannya adalah jangan sampai terpapar Covid-19. ”Apalagi, jika sampai terpapar juga tidak sampai harus dirawat di rumah sakit, melainkan cukup menjalani isolasi mandiri sudah bisa sembuh, makanya itu sama saja namanya yang sakit dan dirawat bisa disembuhkan,” tandasnya.