Kemarin Kembali Terjadi Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 1-1

0
68
Kodisi tim pemakaman antara yang masih kelelahan dan yang buru-buru hendak meninggalkan lokasi tempat pemakaman, karena masih ditunggu untuk memakamkan jenazah standar protokol Covid-19 di lokasi lain.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Seorang teman mencoba menganalisis soal kematian di Pati yang jenazahnya harus dimakamkan standar protokol Covid-19. Yakni, jika mortality rate-nya 2,5 persen itu artinya bila ada satu orang meninggal maka setidaknya ada 40 orang yang terpapar, meski mortality rate bisa lebih rendah atau lebih tinggi.

”Jika semakin rendah mortality rate-nya, hal tersebut berarti semakin baik dalam penangannya,” tandas teman yang bersangkutan.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan, jika kondisi penanganan Covid-19 di Pati benar-benar semakin lebih baik, mengapa kematian orang dipastikan terpapar virus tersebut masih ada. ”Itulah yang namanya kematian, siapa pun tak bisa menolak kecuali memang harus menerima,” ujar Koordinator Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, ketika diminta tanggapannya dalam kesempatan terpisah, Sabtu (14/Agustus) kemarin.

Buktinya, lanjut dia, jika sehari sebelumnya atau Jumat (13/Agustus) tim Pati utara yang sudah sepekan tidak melaksanakan tugas pemakaman jenazah standar protokol tersebut, tiba-tiba juga harus kembali melaksanakan pemakaman. Sebaliknya, tim Pati selatan gantian mulai dari pagi, siang, sore hingga malam hari tidak melaksanakan tugas itu.

Akan tetapi, hari berikutnya atau kemarin  baik tim Pati utara maupun selatan masing-masing masih harus melaksanakan pemakaman 1-1. Bahkan untuk Minggu (15/Agustus) pagi ini, tim Pati selatan harus kembali melaksanakan pemakaman di Desa Payang, Kecamatan Pati sehingga harapannya selesai itu, baik siang sampai malam cukup tidak ada pemakaman lagi.

Demikian pula, untuk tim Pati utara juga hanya bisa diharapkan agar ari ini tidak ada lagi jenazah dari wilayahnya yang harus dimakamkan standar protokol Covid-19. ”Akan tetapi karena kematian baik yang biasa maupun karena positif terpapar adalah sama-sama sebuah misteri, maka kami pun hanya sebatas bisa berharap tak lebi dari itu,” ujarnya.