Kades Panjunan Salurkan BLT Bulan Ke-8

0
57
Kepala Desa (Kades) Panjunan, Kecamatan Pati, Danu Ikhsan Haris Chandra, saat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), Sabtu (7 Agustus) 2021 tadi pagi di balai desa setempat.(Foto:SN/dok-ris)

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Dalam momentum peringatan Hari Jadi Ke-698 Pati, Sabtu (7/Agustus) tadi pagi, kelompok penerima manfaat (KPM) warga Desa Pajunan, Kecamatan Pati, tetap merasakan beban sedikit ringan. Sebab, Kepala Desa (Kades) setempat, Danu Ikhsan Haris Chanadra telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) bulan Ke-8.

Secara kebetulan bulan tersebut adalah awal pekan Agustus dan tepat tanggal 7, bantuan untuk warga yang masuk dalam daftar KPM tersebut sudah bisa menerima bantuan yang menjadi haknya. Dengan demikian, alokasi bantuan tunai sebesar itu tentu terhitung besar manfaatnya bagi mereka, karea bisa dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan dalam jangka tertentu di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Karena itu, papar Kepala Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Danu Ikhsan Haris Candra, pihaknya mengharap agar seluruh warganya jangan sampai lengah dalam menyikapi kondisi tersebut. ”Memang benar sekarang ini, wilayah Kabupaten Pati sesuai informasi berkait Covid-19 yang beredar sudah pada kondisi oranye,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, tingkat kewaspadaan juga jangan sampai menurun yang berarti masing-masing warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Memang benar, jumlah KPM BLT DD saat ini berkurang, tapi berkurangnya karena ada di antara mereka yang meninggal dan harus dimakamka sesuai protokol kesehatan.

Itu artinya, Panjunan juga harus menghadapi penyebaran vurus tersebut sehingga ada yang memang positif terpapar. Meskipun ada yang sembuh saat menjalani isolasi mandiri, tapi ada pula yang harus menjalani perawatan di rumah sakit selain ada yang bisa sembuh tapi juga ada yang sebaliknya, meninggal.

Dari jumlah KPM sebanyak 122 sekarang tinggal 116 atau meninggal 6 orang karena Covid-19, maka hal itu harus warga tetap harus waspada agar jangan sampai ada lagi yang terpapar. ”Bahkan, untuk bisa  ikut melakukan pemakaman warga yang meninggal kami juga membentuk tim pemakaman desa,” imbuhnya.