Problema Alur Kali Simo Pinggir Jalan Raya Pati-Juwana Adalah Penyumbatan ”Sangkrah”

0
29
Begini kondisi alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana yang selalu memnghadapi penyumbatan banyaknya ”sangkrah” yang hanyut dari hulu jika berlangsug hujan deras.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bertahun-tahun problema yang selalu muncul dan terjadi di alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana, adalah banyaknya ”sangkrah” yang hanyut dari hulu saat terjadi hujan deras. Akibanya, penyumbatan alur kali yang terjadi karena faktor tersebut memang tak bisa dihindari.

Jika sudah dalam kondisi demikian, dari pengamatan ”Samin-News”, dampaknya tentu merepotkan pihak Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Sebab, bidang yang bersangkutan harus mengerahkan personel, alat berat dan ”dump truck”  untuk membersihkan banyaknya ”sangkrah” yang menyumbat di alur kali tersebut.

Padahal, ungkap beberapa pihak yang memahami status alur kali tersebut, tentu tidak pihak SDA setempat yang bertanggung jawab kondisi alur kali tersebut, melainkan pihak PSDA di Kudus yang merupakan kepanjangan dari pihak Balai  Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana. ”Memang benar yang selama ini memanfaatkan air di alur kali tersebut adalah warga desa di kawasan Pati timur,”ujar salah seorang warga, M Gono.(44)

Penyumbatan ”sangkrah” alur Kali Simo, di pinggir ruas jalan raya Pati-Juwana, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.(Foto:SN/aed)

Akan tetapi sayangnya, lanjut dia, banyak warga atau petani di kawasan tersebut yang kurang kepeduliannya terhadap kondisi alur kali seperti itu. Padahal tiap musim kemarau sejumlah desa di kawasan Pati timur ini, para petani masih tetap beramai-ramai menanam padi dengan memanfaatkan gelontoran air dari Waduk Seloromo di Gembong yang notabene juga di bawah pengendalian BBWS.

Dengan demikian, paling tidak warga pun seharusnya bergotong-royong membersihkan ”sangkrah” tersebut, agar tidak menyumbat alur kali. ”Hanya saja selama ini hal tersebut tidak pernah dilakukan, karena pihak SDA DPUTR Pati setiap habis turun hujan deras di kawasan hulu dengan membawa sampah itu selalu dibersihkan,”tandasnya.

Ditanya berkait hal tersebut dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SDA DPUTR Kabupaten Pati, H Darno menyapaikan, tertinggalnya ”sangkrah” di alur kali tersebut, karena pada bagian hilirnya alur kali memang sengaja di bendung warga untuk mendapatkan air. ”Akibatnya, berbagai sampah itu tidak bisa ikut hanyut ke  hilir, masuk ke alur Kali Juwana,”imbuhnya.