Pengeringan Jaringan Irigasi Jratunseluna

0
78
Jaringan irigasi primer Jratunseluna yang melintas di perbatasan antara Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo dan Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen menuju ke Klambu-Gebang.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati diperkirakan berlangsungnya musim kemarau tahun ini pendek, tapi pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jaringan Irigasi Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juwana (Jratunseluna) tetap mengeringkan seluruh jaringan irigasi primer yang ada. Satu di antaranyam tak lain jaringan Klambu-Kanan atau juga Klambu-Gebang, sehingga para petani harus menyesuaikan.

Dengan kata lain, semua kegiatan bercocok tanam harus menyesuaikan kondisi iklim yang sampai saat ini belum benar-benar memasuki musim kemarau yang maksimal, sehingga para petani tetap harus menunggu jika hendak menanam palawija. Akan tetapi, bagi petani pemilik lahan yang sudah kering kalau di kawasan hilir jaringan irigasi tersebut biasanya menanam jagung, sebagaimana yang biasa dilakukan para petani di wilayah Kecamatan Sukolilo maupun  Kayen, dan sebagian Kedcamatan Gabus.

Dari pantauan di kawasan irigasi tersebut, khusus di wilayah kecamatan yang disebut terakhir, kebanyakan para petani memilih untuk menanam kacang hijau. ”Tapi banyak juga petani seperti di Desa Tanjang maupun Kosekan yang baru selesai memanen tanaman padinya hasil tanam musim tanam (MT) II, kerena sempat gagal panen akibat tergenang banjir,”papar salah seorang di antara mereka, Marlan (47).

Jaringan irigasi primer Klambu – Gebang yang menju ke hilir lewat antara Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo dan Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.

Diminta tanggapannya secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, membernakan bahwa pengeringan jaringan irigasi Jratunseluna bila menghadapi musim kemarau selalu dikeringkan. Hal tetsebut mengecek bila ada bagian yang mengalami kerusakan, untuk dilalakukan perbaikan.

Dengan demikian, sepanjang jaringan termasuk Klambu-Gebang juga dilakukan hal sama oleh pihak PSDA, karena itu memang kewenanganmnya. Karena itu, pihaknya dalam hal ini tidak menerima pemberitahuan, tapi di kawasan jaringan irigasi tersebut biasanya langsung kepada kelompok tani  pemakai air, sehingga apa yang harus disikapi mereka sudah memahami.

Di sisi lain, di kawasan jaringan irigasi ini DPUTR juga mempunyai Unit Pelayanan Teknis (UPT), seihingga bila ada hal-hal yang sifatnya penting, tentu akan menyampaikan ke atasan. ”Selain pengeringan jarimgan irigasi Jratimnseluna, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana saat oni juga sedang melaksanakan pekerjaan di jaringan saluran pembuang (drainase) alur Kali Juwana (JU) I,” imbuhnya.