Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 Beranjak Turun di Bawah Angka 20

0
87
Pemakaman jenazah salah seorang personel anggota TNI di Batang, asal Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Rabu (7 Juli) malam (semalam).(Foto:SN/dok-frpb)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mulai  Rabu (7 Juli) pagi kemarin hingga malam hari (semalam) seluruh Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati memakamkan 19 jenazah standar protokol Covid-19. Dengan demikian, dari sisi jumlah hal itu mulai sedikit beranjak turun di bawah angka 20 bila di banding beberapa hari sebelumnya.

Sebenarnya berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” menyebutkan, bahwa jumlah warga Pati yang kemarin  meninggal, dan harus dimakamkan dengan standar protokol tersebut sebanyak 18 orang. Akan tetapi, ada tambahan satu jenazah lainnya kiriman dari Batang, yaitu seorang laki-laki anggota jajaran TNI asal Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, dan selama ini bertugas di kabupaten tersebut,

Mengingat jenazah baru diberangkatkan dari Batang sekitar pukul 16.00, maka pemakaman berlangsung pada malam hari oleh Tim Pemakaman BPBD Pati 4. Selesai itu  tim di bawah koodinator Khayun Fulanun tersebut, masih harus memakamkan satu jenazah lagi seorang perempuan, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.

Pemakaman jenazah seorang perempuan dengan standar protokol Covid-19, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, semalam (tadi malam).(Foto:SN/dok-frpb)

Hal tersebut dibenarkan yang bersangkutan seraya menambah, bahwa tim yang paling banyak memakamankan jenazah dari pagi sampai malam hari, adalah tim Pati 2 (utara). Yakni, sebanyak 6 jenazah dan pemakaman terakhir sekitar pukul 20.00 berlangsung di Desa Kedungsari, Kecamatan Tayu.

Sementara itu tim Pati 1 memakamkan sebanyak (5 jenazah), Pati 3 (4 jenazah), dan Pati 4 (4 jenazah), tapi tim pemakaman  dari beberapa desa tidak ada laporan kegiatan pemakaman. Dengan demikian, pihaknya tetap mengharap agar pemakaman standar protokol Covid-19 yang kembali beranjak turun di bawah angka 20, mudah-mudahan untuk hari ini kembali turun laki.

Akan tetapi di sisi lain pihaknya juga memahami, jika ada personel anggota tim yang sudah terlalu jenuh adalah wajar, terutama adalah personel tim lama. ”Sebab, Rabu (14 Juli) pekan depan, tim ini sudah satu tahun bergerak dari TPU satu ke TPU lainnya di Kabupaten Pati,” imbuhnya.