Menghindarkan Anak-anak dari Kecelakaan; Orang Tua Membuat Jalan Alternatif

0
54
Akses jalan alternatif menuju ke tempat salah sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tengah diupayakqn oleh warga Desa/Kecamatan Gembong.(Foto:SN/dok-jol)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bertambah ramainya arus lalu lintas di jalan raya Gembong-Pati maupun Gembong-Colo (Muria) wajar jika membuat para orang tua was-was atas keselamatan putra-putrinya, teruma yang saat ini mengikuti pendidikan. Yakni, baik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun di salah sebuah pondok pesantren di sekitar MI tersebut.

Karena itu, belakangan ini warga pun sepakat untuk membuka akses jalan alternatif agar anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah tidak harus berjalan kaki maupun bersepeda di jalan raya. Dengan kata lain, jika akses jalan  yang panjangnya lebih dari 500 meter itu bisa diselesaikan, maka anak-anak bisa memanfaatkannya saat menuju ke sekolah maupun sekembalinya.

Hanya saja, papar sejumlah warga, untuk menuntaskan pembukaan jalan tersebut dipastikan memakan waktu lama, karena dikerjakan secara gotong-royong dengan peralatan seadanya tiap sepekan sekali, yaitu tiap Jumat sore. ”Saat ini, kami sedang memotong pohon-pohon besar milik warga yang akan dilewati ruas jalan alternatif tersebut,” ujar salah seorang di antara mereka yang biasa disapa Benjol.

Dengan demikian, lanjut dia, kapan selesainya tentu tergantung tingkat partisipasi warga yang merasa sayang agar jangan sampai  putra-putrinya menjadi korban kecelakaan sia-sia di jalan raya. Karena dengan melewati jalan di dalam desa, mereka bisa dihindarkan dari keramaian lalu lintas di jalan raya sehingga para orang tua tidak perlu merasa khawatir atas keselamatan putra-putrinya.

Akan tetapi yang jadi kendala, tentu saat akses jalan alternatif dengan tambahan dua jembatan ini selesai, hanya masih berupa jalan tanah yang bila hujan tetap becek dan berlumpur. ”Lain jika pihak desa maupun ada pihak ketiga lainnya juga ikut berpartisipasu maksimal,” harapnya.

Terpisah Kepala Desa/Kecamatan Gembong, Sukardi RT ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, dan masalahnya sudah dibahas bersama warga. ”Hanya saja, untuk penyelesaian akses jalan tersebut masih harus menunggu waktu, karena banyaknya proposal dari warga yang masuk ke desa,” imbuhnya.