Kemarin Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 di Pati Kembali ke Angka Lima

0
30
Shalat jenazah warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati sebelum dimakamkan di TPU desa setempat, Rabu (28/7) kemarin.(Foto:SN/dok-nu)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tim pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Rabu (28/Juli) kemarin, baik Pati utara maupun selatan masing-masing cukup memakamkan dua jenazah standar protokol Covid-19. Hanya saja, ternyata ada tambahan satu jenazah lainnya yang dimakamkan sendiri oleh tim Desa Bremi, Kecamaan Gembong, sehingga jumlah seluruhnya kembali ke angka lima.

Dengan kata lain, kembali terjadi penambahan dua jenazah bila dibanding sehari sebelumnya, Selasa (27/Juli) yang sempat mencapai di bawah angka lima, yaitu cukup dengan tiga jenazah. Sehingga Bupati Haryanto saat melepas pemberangkatan truk pengangkut bantuan beras untuk warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pati juga mengharap, agar tidak terjadi lagi penambahan jumlah warganya yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Karena itu, papar Koordinator Tim Pemakaman BPBD Pati, Khayun Fulanun, harapan seluruh personel timnya tetap sama, yaitu tugas pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 ini benar-benar segera berakhir. ”Sebab, waktu untuk melaksanakan tugas tersebut juga sudah lebih dari satu tahun sampai hampir semua personel sudah menghabiskan dua pasang sepatu boot karena rusak,” selorohnya.

Shalat jenazah warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati sebelum dimakamkan di TPU desa setempat, Rabu (28/7) kemarin.(Foto:SN/dok-nu)

Terlepas dari hal tersebut, lanjut dia, mengharap agar masa pandemi Covid-19 ini segera berakhir adalah harapan bersama seluruh warga. Hanya saja pihaknya juga selalu mengingatkan, hal itu akan bisa dicapaiu jika semua juga merasa ikut peduli, minimal tidak membuat kerumunan yang memudahkan terjadinya penularan/penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Kendati di hari kemarin kembali ada penambahan jenazah yang harus dimakamkan standar protokol tersebut, tapi untuk hari ini semoga tidak ada atau kalau harus ada jumlahnya kembali di bawah angka lima, maksimal cukup satu atau dua jenazah saja. Apalagi, sampai pukul 07.00 tadi pihaknya juga belum mendapatkan laporan adanya jenazah yang harus dimakamkan, dan semoga saja sampai siang, sore hingga malam harinya.

Dari empat jenazah yang harus dimakamkan oleh tim BPBD, masing-masing dari Pati utara sebanyak dua jenazah, selatan juga dua jenazah ditambah satu jenazah yang dimakamkan oleh tim desa. ”Dengan demikian, sudah semestinya jika kita juga terus mengharap dan berupaya, bagiamana caranya agar penyebaran Covid-19 ini bisa segera diputus mata rantainya, dan segera berakhir pula,” tandasnya.