Kemarin Jumlah Pemakaman Protokol Covid-19 di Pati Turun Tepat di Angka 20

0
46
Pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di Pati yang berlangsung tiap hari ini tentu diharapkan masyarakat segera berkurang.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika sehari sebelumnya, Kamis (1/Juli) 2021 lalu jumlah jenazah warga Pati yang meninggal dimakamkan standar protokol Covid-19, belum terjadi penurunan secara signifikan, tapi Jumat (2/Juli) kemarin ada harapan. Yakni, berkurangnya jumlah jenazah warga yang dimakamkan standar tersebut, meskipun hal itu belum menjamin kondisi selama masa pandemi ini.

Maksudnya, kondisi tersebut sewaktu-waktu bisa berubah sehingga dari sisi jumlah hal itu bisa bertambah dan juga bisa berkurang. Akan tetapi paling tidak, untuk jenazah yang kemarin dimakamkan dengan  standar protokol itu menunjukkan penurunan, yaitu tepat di angka 20 karena sebelum itu rata-rata berada pada angka di atasnya.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang anggota tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Purnama yang selama ini tak pernah lupa berharap agar kematian demi kematian yang jenazahnya  harus dimakamkan standar protokol Covid-19 segera berakhir. ”Sebab, kami melihat masyarakat dalam menyikapi kondisi itu benar-benar sudah sampai pada puncak kejenuhan, dan kebingungan,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, begitu kematian yang jenazahnya dimakamkan tim kelihatan berkurang, maka sedikit perasaan lega mulai dirasakan. Sebab, jika dijumlah keseluruhan 4 tim BPBD hanya memakamkan 19 jenazah, masing-masing Pati 1 (5 jenazah), Pati 2 (utara) juga (5 jenazah) tapi tim yang bersangkutan Sabtu (3/Juli) pagi ini, infonya sudah ada tiga jenazah yang masuk dalam daftarnya,

Kendati demikian, pihaknya tetap mengharap agar tim utara hanya terbatas itu saja yang harus dimakamkan hari ini, dan juga tim-tim lainnya. Sedangkan di hari kemarin, tim Pati 3 juga cukup memakamkan (5 jenazah) dan Pati 4 cukup dengan memakamkan (4 jenazah) sehingga jumlah seluruhnya ada 19 jenazah.

Akan tetapi, pada posisi terakhir berhenti di angka 20 karna ada tambahan satu jenazah lainnya yang pemakamannya Prokes Desa Jakenan oleh masyarakat setempat. ”Bahkan jeazah ini informasinya dari sisi usia masih terlalu muda, karena masih duduk di bangku salah satu perguruan tinggi di Kudus,” paparnya.