Kawasan Lingkungan Tugu Bandeng Butuh Tambah Lampu Penerangan

0
46
Lokasi sudut timur/selatan Tugu Bandeng, di ujung Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo (atas) dan lokasi sisi barat-selatan (atas).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kawasan lingkungan Tugu Bandeng di ujung barat Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, atau tepatnya, di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo bila malam sebagian gelap. Utamanya mulai jalan menikung di sisi kanan-utara dan kanan-selatan tugu tersebut, karena lampu penerangan jalan umum (PJU) mati.

Padahal, tiap malam banyak pengguna jalan yang berkendara motor dari timur (kota) yang melintas di ruas jalan tersebut menuju ke Desa Sokokulon dengan menyebrang ruas JLS melalui perputaran di ruas JLS tersebut. Apalagi, saat ini atau selama berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, akses jalan itu baik pagi, siang maupun malam ditutup.

Hanya saja, papar warga yang mangkal di ujung tikungan jalan itu untuk penutup jalannya lebih banyak terbuka, karena memang sengaja dibuka oleh pengguna jalan yang berkendara mobil dari barat menuju ke kota. ”Dengan demikian, para pengguna jalan yang berkendara motor pun banyak yang mengikuti, maka lampu PJU yang mati di ujung jalan tersebut perlu dihidupkan lagi,”ujar salah seorang di antara mereka, Muh Yudi.(41).

Penutupan ujung jalan sisi timur-utara Tugu Bandeng di ujung JLS Pati yang lokasinya sedikit lebih terang karena di dekatnya ada lampu penerangan dari warung, milik Suwito.(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjut dia, untuk sisi yang ujung timur-utara kondisinya masih sedikit lumayan terang karena dekat dengan warung, milik salah seorang warga di sudut tikungan tersebut. Dengan demikian, dari jarak beberapa meter bagian yang gelap masih ada sedikit penerangan sehingga untuk penutup jalan yang digunakan sekarang masih terlihat.

Sedangkan lampu PJU yang terdapat di ujung jalan tersebut ternyata juga mati sehingga sekitarnya yang tidak terjangkau lampu penarangan milik warung tersebut juga tampak gelap. Dengan dibukanya sebagian penutup jalan itu, maka arus lalu lintas dari dua arah di lokasi sudut jalan menikung itu sering terjadi, belum lagi arus lalu lintas dari barat.

Khusus yang disebut terakhir terjadi, selama diberlakukannya penutupan untuk penyekatan di ujung JLS tersebut, di mana arus lalu lintas dari barat bukan masuk ke selatan (JLS) tapi menerobos ke timur. ”Padahal akses ruas jalan itu hanya dibuka satu jalur sisi selatan untuk akses kendaraan dari timur (kota) ke barat, sehingga masalahnya lain lagi jika di lokasi itu sudah tudak ada lagi penutupan jalan,”jelasnya.