Kalangan Remaja Mulai Rentan Terpapar Covid-19

0
73
Proses pemulasaraan jenazah seorang remaja yang diduga potisitif terpapar Covid-19, warga Desa/Kecamatan Jakenan, mulai dari dimandikan sampai dimasukkan ke dalam peti jenazah, dan siap dimakamkan.(Foto:SN/dok-agungcahyono)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika selama masa pandemi kalangan muda adalah kelompok yang paling kebal imunnya terhadap ancaman serangan Covid-19, maka mereka paling banyak bergerombol di tongkrongan masing-masing. Hal itu wajar, karena yang selama ini terpapar virus tersebut adalah kalangan paruh baya dan lansia, meskipun pernah juga ada bayi dan seorang anak laki-laki juga meninggal karena positif terpapar.

Akan tetapi apa yang terjadi di Desa/Kecamatan Jakenan, Jumat (2/Juli) siang kemarin, hendaknya menjadi peringatan awal bagi kalangan tersebut, atau paling tidak membuka kesadarannya bahwa masa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Sebab, seorang remaja bahkan statusnya adalah mahasiswa ternyata terenggut jiwanya oleh virus tersebut, sehingga patuhilah jika saat ini pemerintah juga sudah melakukan PPKM Darurat, mulai Satu (3/Juli) hari ini hingga Selasa (20/Juli) mendatang.

Berkait kematian seorang remaja tersebut, Koordinator Tim Pemulasaraan Jenazah Puskesmas Jakenan, Agung Cahyono, membenarkan hal itu. ”Mengingat masih muda usia, karena baru 21 tahun dan belum menikah makam dalam proses pemakamannya pun disertakan tradisi untuk almarhum yang belum menikah, yaitu kembar mayang,” ujarnya.

Peti jenazah yang sudah siap di dalam ambulans dan tim pemakaman pun membawa kembar mayang.(Foto:SN/dok-agungcahyono)

Dari contoh kejadian itu, lanjutnya, lebih baik para remaja di Pati harus ekstra hati-hati untuk sementara tidak bergerombol di tempat mangkalnya, karena itu sifatnya sementara. Dengan demikian, mereka juga akan terhindar dari penularan dan penyebaran virus tersebut, maka lebih baik saat ini mematuhi pelaksanaan PPKM Darurat, agar masa pandemi  secepatnya berakhir maksimal.

Kembali menyinggung dugaan terpaparnya seorang mahasiswa itu, punya riwayat sekitar sepekan lalu saat pulang dari kuliah di Kudus, kondisinya sudah tidak sehat. Sebab, selain menderita batuk-batuk juga pilek, badan panas serta sesak nafas, dan akhirnya Jumat (2/Juli) kemarin meninggal di rumah, sehingga sehabis shalat jumat jenazah baru dilakukan pemulasaraan.

Tim pemakaman protokol kesehatan (Prokes) saat mengusung peti jenazah menuju ke lubang pemakaman.(Foto:SN/dok-agungcahyono)

Berkait dengan pemulasaraan jenazah sampai pemakamannya Prokes Desa Jakenan oleh masyarakat setempat. ”Akan tetapi kami dari Puskesmas Jakenan tetap membimbingnya, dan semua berjalan lancar,” imbuhnya.