Bidang SDA Tanggap Atas Menumpuknya ”Sangkrah” di Alur Kali Simo

0
51
Alur Kali Simo, di pinggir ruas jalan Pati-Juwana, atau tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati sebelum dan sesudah ''sangkrah'' yang menyumbat alur kali tersebut dibersihkan.(Foto:SN/dok-dar)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Secara kewenangan keberadaan alur Kali simo di pinggir jalan raya Pati Juwana, ada pada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana Jawa Tengah. Akan tetapi, pihak Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, ternyata cepat tanggap setiap dalam menyikapi kondisi alur kali itu sewaktu-waktu.

Tanggung jawab tersebut tidak bisa diabaikan, mengingat yang selama ini memanfaatkan air dari alur kali itu adalah para petani di kawasan Pati timur. Bahkan, pemanfaatan airnya pun hampir berlangsung sepanjang musim karena di musim kemarau para petani di wilayah ini juga tetap beramai-ramai menanam padi, meskipun ancamannya adalah gagal panen karena kekurangan air.

Mengingat hal tersebut, papar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, begitu terjadi hal-hal di alur kali itu, pihaknya cepat turun tangan. ”Adapun  yang sering terjadi, adalah permasalahan menumpuknya berbagai jenis sampah jika di kawasan hulu terjadi hujan deras,”ujarnya.

Pembersihan alur hilir Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana, tepatnya di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana.(Foto:SN/aed)

Kondisi tersebut, lanjut dia, akan terjadi gelontoran luapan air yang membawa berbagai jenis ”sangkrah” yang bila saat mengalir tersangkut di bawah jembatan, dan akan berhenti di tempat itu. Akibatnya, ”sangkrah” tersebut akan menjadi penyumbat alur kali, tepat di hulu jembatan karena karena luapan air tidak mampu lagi menghanyutkannya ke hilir.

Hal itu akan lebih buruk lagi jika di kawasan hilir jembatan justru alur kalinya dibendung, karena nanti agar tetap menyisakan air yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan bercocok tanam padi. Akibatnya, sangkrah yang sudah menyangkut dan tertinggal di hulu tak lagi bisa hanyut, dan harus dibersihkan agar tidak bertambah parah penyumbatannya.

Dengan demikian, upaya membersihkan alur kali tersebut dari banyaknya ”sangkrah” yang menumpuk dan menyumbat dalam kurun waktu satu tahun, bisa terjadi beberapa kali. ”Hal itu tak bisa dihindari selama di kawasan hulu alur kali tersebut berlangsung hujan deras, dan mengirimkan gelontoran luapan air,”imbuhnya.