Semalam TPU Ngalaban Wedarijaksa Seperti Pasar Tiban

0
271
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngalaban Desa/Kecamatan Wedarijaksa, pada Jumat (25/Juni) semalam (tadi malam) dengan tiga lampu berderet sehingga terang benderang.(Foto:SN/dok-wan)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) di banyak desa saat ini bila malam hari terang benderang dengan lampu penerangan adalah hal biasa. Akan tetapi suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngalaban Desa/Kecamatan Wedarijaksa Jumat (25/Juni) malam (tadi malam), adalah beda dengan malam-malam sebelumnya.

Semalam TPU tersebut juga terang benderang dan suasananya seperti ”pasar tiban”, karena lampu penerangan di tempatkan berderet layaknya seperti di pasar pada malam hari. Sedangkan di tiap-tiap titik pada lampu tersebut terdapat kelempok orang dengan kegiatan masing-masing, di mana paling ujung kiri terdapat banyak orang bergerombol tapi berpencar.

Di lokasi pada titik tersebut, papar salah seorang di antara mereka, Nirwan (41), tengah berlangsung pemakamakan jenazah seorang perempuan, warga setempat yang sore hari kemarin meninggal secara mendadak. ”Akan tetapi meninggalnya perempuan pemilik usaha warung nasi itu, bukan karena terpapar Covid-19 melainkan karena sebelumnya menderita penyakit lambung,”ujarnya.

Sedangkan di bawah terangnya sinar lampu penerangan bagian tengah, lanjut dia, sekelompok orang tengah melakukan penggalian lubang makam juga untuk pemakaman seorang warga yang meninggal biasa alias tidak terpapar Covid-19. Sedangkan yang di ujung kanan, di mana kelompok orang tersebut menghadap juga tengah melakukan penggalian lubang makam.

Khusus yang disebut terakhir ini, untuk memakamkan jenazah seorang laki-laki yang disebut-sebut positif terpapar Covid-19. ”Selang satu jam berikutnya, dari pengeras suara masjid terdengar lagi pengumuman meninggalnya dua orang warga, satu di antaranya laki-laki tapi untuk pemakamannya dilangsungkan atau tidak belum ada pengumuman lebih lanjut,”imbuhnya.

Kepala Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Agus Sudarmono ketika ditanya berkait hal tersebut membenarkan. ”Dengan demikian, warga kami yang meninggal dan harus dimakamkan dari pagi hingga malam hari seluruhnya tujuh orang, karena yang pagi hari sebelumnya sudah ada dua orang,”paparnya.